Jakarta-Thebusinessnews.PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. (“Danamon”) bukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 814 miliar di kuartal I tahun 2016 meningkat 18 persen secara setahunan dari kuartal pertama tahun 2015.
Laba operasional sebelum pencadangan tumbuh 12 persen menjadi Rp 2,2 triliun, dibandingkan setahun sebelumnya. Sementara itu, rasio biaya terhadap pendapatan tercatat sebesar 48,7 persen dibandingkan 53,9 persen di kuartal pertama tahun 2015 yang didorong oleh peningkatan efisiensi yang berkelanjutan dan biaya operasional turun 9 persen dibandingkan satu tahun sebelumnya menjadi Rp 2,1 triliun.
“Di kuartal pertama tahun 2016, laba bersih setelah pajak Danamon tumbuh 18 persen dibandingkan setahun sebelumnya menjadi Rp 814 miliar, sebagai hasil dari sejumlah inisiatif yang kami lakukan tahun lalu,” kata Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon dalam siaran pers, Selasa(26/4/2016).
Sementara pada sisi simpanan, pada kuartal pertama tahun 2016, giro dan tabungan (CASA) Danamon turun 15 persen menjadi Rp 45,9 triliun dari Rp 53,9 triliun di tahun sebelumnya seiring berkurangnya jumlah dana mahal. Deposito naik 4 persen menjadi Rp 65,1 triliun. Kualitas giro dan tabungan membaik sejalan dengan strategi Danamon untuk fokus pada dana pihak ketiga yang granular..
Sedangkan sisi Rasio kredit bermasalah (gross nonperforming loans) berada pada level 3,3 persen. Angka ini masih di bawah batas maksimum regulator yaitu 5 persen, sehingga berupaya untuk meningkatkan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang ketat serta proses collection dan recovery kredit yang disiplin.(red)