Jakarta, TopBusiness – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN dalam mengimplementasikan program-program dan strategi corporate social responsibility (CSR) melibatkan para karyawan, dalam bentuk employee voluntary program. Hal tersebut dilakukan guna menjalankan program perusahaan, sekalian memberikan manfaat bagi mereka sendiri.
Menurut Sigit Trihartanto Sukamto, selaku Department Head Operational CSR Division dalam melaksanakan program-program CSR melibatkan karyawan untuk berpartisipasi, dalam rangka mewujudkan employee voluntary program, di luar dari community development (comdev).
“Rekan-rekan pekerja, kami cofirm untuk ikut. Jadi mereka harus ikut, mereka juga berpartisipasi, dan memang mereka melakukan sendiri. Kami memang fokuskan ke rekan-rekan yang bukan dari pengelola dari comdev itu sendiri. Jadi biar mereka mendapatkan benefit. Kira-kira seperti itu program CSR dilingkup aplikasi,” kata Sigit, dalam sesi pemaparan materi presentasi bertema ‘Pembangunan Berkelanjutan dengan Menggunakan CID dan CSV’, di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2023 dalam jaringan melalui sistem aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (16/03/2023).
Lalu, dia menyebutkan beberapa aktivitas dari employee voluntary program seperti PGN mengajar, bantuan perlengkapan sekolah, dan konversi emisi karbon.
Dalam pandangan Sigit, pihaknya sedang mengarah ke penerapan CSR yang komprehensif dan menjalankan strategi CSR perusahaan itu sendiri. “Ini merupakan tantangan, di mana tidak semua satuan sosial ini dapat memahami perannya. Ini yang sedang kita edukasi, termasuk ke manajemen. Ini yang sebenarnya kita buat sehingga program kita masih lanjut”, tutur dia.
Dirinya menilai bahwa memanfaatkan peran karyawan akan dapat mengoptimalkan peran CSR, selain ada biaya yang bisa ditekan. “Melihat dari dua aspek tadi, edukasi terhadap rekan-rekan pekerja dan pure voluntary di area-area yang terdekat karena harus ada cost efficient”, ujarnya.
Terkait dengan adanya kemungkinan employee voluntary program berpeluang bisa dijadikan sebagai bahan key performance indikator (KPI) bagi para karyawan. Dikatakan Sigit, pihaknya sudah mengetahui akan hal itu, dan bisa dijadikan motivasi bagi karyawan untuk berkinerja lebih baik bagi perusahaan melalui kegiatan-kegiatan CSR.
“KPI Alhamdulillah, saya sempat tahu. Dari Kementerian BUMN sempat berdiskusi memang ternyata KPI terhadap pengelolaan CSR atau implementasi CSR yang melibatkan pekerja, ini ternyata menjadi mandatori kementerian ke level direktur SDM. Ini termasuk dasar atau energi pula untuk teman-teman,” kata dia.
Kemudian, dirinya menilai apabila employee voluntary program dilaksanakan maka harus dibuktikan dengan sertifikasi kepada karyawan. “Bisa dijadikan push dalam bentuk sertifikasi yang dilampirkan, karena pernah ikut menjadi relawan ini pada saat penilaian di akhir,” ujar dia.
Ditambahkan dia, untuk saat ini para karyawan yang melakukan employee voluntary program untuk kegiatan pribadinya diaplikasikan bentuk dokumentasi. “Teman-teman memunculkan seperti tadi video sendiri, ataupun dokumentasi-dokumentasi,” pungkas Sigit.
