Jakarta, TopBusiness — PDAM Tirta Sejuk merupakan perusahaan daerah air minum di Gayo Lues, salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Aceh. Dipimpin Muhammadi Ali Husni selaku Direktur, PDAM Tirta Sejuk terus menunjukkan kinerja positif. Hal itu sebagaimana terungkap dari paparan Muhammad Ali pada sesi penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang dilaksanakan Majalah TopBusiness secara virtual beberapa hari lalu.
Dikatakan Muhammad Husni, PDAM Tirta Sejuk adalah PDAM yang baru tumbuh di kabupaten yang baru berusia 20 tahunan. Menyadari akan hal itu, Muhammad Husni mengakui akan banyaknya hal yang perlu dibenahi dari perusahaan yang dipimpinnya itu.
”Kami ingin berusaha melayani sepenuh hati berkenaan dengan pelanggan, menuju PDAM Sehat dan Profesional,” ujar Muhammadi Husni di hadapan dewan juri.
Kinerja
Sebagai upaya perusahaan untuk menuju PDAM sehat, PDAM Tirta Sejuk mencanangkan strategi bisnis untuk melayani sepenuh hati dan bekerja secara profesional, akuntabilitas dan bertanggung jawab. Sementara untuk proporsi usahanya, disebutkan bahwa PDAM Tirta Sejuk memiliki orientasi usaha 30% laba dan 70% layanan sosial.
Beralih ke soal kinerja perusahaan, pada titik ini bisa disebutkan bahwa kinerja PDAM Tirta Sejuk mengalami peningkatan. Berdasarkan nilai kinerja dari Kementerian PUPR, PDAM Tirta Sejuk memiliki nilai kinerja 2,97 atau dalam kategori sehat.
”Ini perlu kami sampaikan, bahwa nilai yang kami peroleh naik. Dari sakit di tahun 2018, 2019 dan 2020 masih kurang sehat. Tahun 2021 sehat, dan 2022 insya Allah tetap sehat. Dan ini nilai-nilai ini terus kita peroleh, istilahnya grafiknya naik,” ungkap Muhammad Ali.
Menariknya lagi, seiring peningkatan kinerja yang diperoleh dilihat dari nilai kinerja yang dimiliki, secara peringkat PDAM Tirta Sejuk juga ikut terdongkrak, di mana kini berada di posisi 5 untuk tingkat provinsi.
”Dari peringkat nomor 2 paling bawah (di 2018), menjadi peringkat nomor 5 paling atas tahun 2021. Ini peringkat berdasarkan Kementerian PUPR,” ujar Muhammad Ali mengisahkan.
Capaian lain yang cukup menonjol dari PDAM Tirta Sejuk juga terlihat dari menurunnya tingkat kehilangan air yang kini berkisar 32,98%. “Angka 32,98% ini, kalau dicek (bandingkan) di laporan tahun buku 2018-2019, itu 81% NRW kita. Jadi, tahun 2021 itu drastis menurun menjadi 32,98%,” ungkapnya.
Berbanding lurus dengan kinerjanya yang mengalami peningkatan dari sisi perolehan laba dan capaian lainnya. Berkaca dari laporan keuangannya di tahun 2021, PDAM Tirta Sejuk berhasil memperoleh laba Rp476.560.000, di mana sebelumnya di tahun 2020 perusahaan masih mengalami kerugian.
Disebutkan pula bahwa di tahun 2022 perusahaan juga mengalami kerugian. Hanya saja kerugian itu lebih disebabkan oleh pembangunan kantor baru. ”Kerugian ini akibat adanya pembangunan kantor yang kita lakukan secara swadaya berdasarkan hasil pendapatan tahun 2021 pada tahun 2022,” ungkap Muhammad Ali.
Untuk capaian lainnya, PDAM Tirta Sejuk berhasil mencapai target penjualan air dalam dua tahun terakhir serta berhasil merangkul jumlah pelanggan baru. “Untuk tingkat penjualan air, target kita pada tahun 2021 itu Rp3 miliar, namun realisasinya Rp4,3 miliar atau 145%. (Sementara) target 2022 Rp3,5 miliar, realisasinya Rp4,3 miliar, atau 122%. Penambahan pelanggan pada tahun 2021 (sebanyak) 437 pelanggan, tahun 2022 sebanyak 250 pelanggan,” paparnya.
Terobosan dan Kontribusi
Muhammad Ali mengakui bahwa secara umum, PDAM Tirta Sejuk memang masih belum mempunyai terobosan atau inovasi hasil buatan perusahaan sendiri. Kendati demikian, PDAM Tirta Sejuk telah mengadopsi inovasi dari PDAM lainnya, seperti dalam hal sistem pembayaran, di mana bisa dilakukan melalui m-banking, BRI Link,BPD, Pos Pay Indonesia.
“Dalam waktu dekat juga (bekerja sama) dengan Bank Aceh dan melalui Indomaret, Alfamart dan sejenisnya,” ujar Muhammad Ali.
Sementara itu, sebagai bagian dari terobosan perusahaan, dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan dan menarik hati pelanggan, PDAM Tirta Sejuk juga melakukan kegaitan undian berhadiah pada ulang tahun PDAM. ”Undian berhadiah ini kita berikan kepada pelanggan yang tertib administrasi, di mana hadiahnya itu kita antarkan langsung ke rumah tanpa harus jemput ke kantor,” tandasnya.
PDAM Tirta Sejuk juga melakukan pemasangan Stiker ID Pelanggan dan nomor Call Center untuk mempermudah pengaduan pelanggannya.
Beralih ke soal kontribusi perusahaan terhadap pemerintah daerah dan pembangunan daerah. Sama seperti BUMD lainnya, kontribusi merupakan hal yang tak luput dilakukan oleh PDAM Tirta Sejuk. Dalam hal ini ada beberapa hal yang telah dilakukan perusahaan terkait kontribusinya untuk pemerintah daerah dan pembungan daerah.
Pertama, dalam hal penyediaan air layak konsumsi untuk semua daerah layanan dalam rangka mengurangi potensi peningkatan stunting. “Kita sering diundang di pemerintah daerah, dan kita juga menekankan kepada pemerintah daerah agar daerah-daerah yang rawan stunting diberi layanan air bersih yang baik tentunya,” ungkap Muhammad Ali.
Kedua, kontribusi perusahaan dalam bentuk upaya pemenuhan target PAD bagi daerah berdasarkan peraturan yang berlaku. Dan yang ketiga, secara berkesinambungan adanya peningkatan pajak air permukaan yang disetorkan.
Penulis: Fauzi
