Jakarta, TopBusiness—Di pameran terbesar teknologi industri Hannover Messe 2023, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkolaborasi dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menghadirkan sejumlah 31 perusahaan industri mamin (makanan dan minuman) dalam suatu booth tematik kolaboratif. Pameran tersebut rencananya berlangsung di 17 April hingga 21 April 2023.
“Booth ini akan menceritakan storyline penerapan industri 4.0 di industri mamin, dari sisi hulu (inbound material), production, warehouse/outbond logistic, distribution/services, hingga research and development,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, dalam keterangan tertulis (4/4/2024).
Selain itu, Kemenperin juga menghadirkan booth tematik kolaboratif industri susu yang akan menampilkan penerapan industri 4.0 di industri pengolahan susu. Digitalisasi di industri ini telah dilakukan sejak di peternakan, tempat pengumpulan susu, hingga pada proses pengolahan. Selanjutnya, juga terdapat booth tematik kolaboratif kopi dan kakao yang menampilkan aplikasi traceability produk mulai hulu hingga hilir.
Pameran itu, kata Putu, merupakan peluang besar untuk mendorong peningkatan kapabilitas manufaktur Indonesia dan pembangunan infrastruktur digital. Sebagai salah satu industri prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, industri makanan dan minuman di Indonesia berkesempatan menampilkan transformasi yang telah dijalankan dalam menerapkan teknologi industri 4.0.
“Diharapkan, industri makanan dan minuman (mamin) mampu menampilkan sejumlah teknologi industri 4.0 yang telah diterapkan dalam proses produksi. Selain itu, memberikan informasi kepada pengunjung yang hadir bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh industri mamin di Indonesia adalah produk yang aman, berdaya saing, dan diproduksi dengan teknologi tinggi,” ujar dia.
