Jakarta, TopBusiness—Neraca perdagangan Indonesia Maret 2023 mengalami surplus US$2,91 miliar. Hal itu terutama berasal dari sektor nonmigas [yang surplus] US$4,58 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,67 miliar.
Keterangan tertulis dari Badan Pusat Statistik RI (BPS) hari ini menjelaskan bahwa ekspor pada Maret 2023 mencapai US$23,50 miliar atau naik 9,89 persen dibanding ekspor Februari 2023. Sementara, dibanding Maret 2022, nilai ekspor turun sebesar 11,33 persen.
Adapun nilai impor di Maret 2023 mencapai US$20,59 miliar. Angka ini naik 29,33 persen dibandingkan Februari 2023 atau turun 6,26 persen dibandingkan Maret 2022.
BPS pun menjelaskan bahwa tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2023 adalah Tiongkok US$15,04 miliar (32,26 persen), Jepang US$4,25 miliar (9,12 persen), dan Thailand US$2,92 miliar (6,26 persen).
Sementara, impor nonmigas dari ASEAN US$8,07 miliar (17,31 persen) dan Uni Eropa US$3,38 miliar (7,24 persen).
