Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG mungkin bergerak sideways.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Mungkin Bergerak Sideways Hari Ini.
Bursa AS menunjukkan pergerakan yang minim pada Senin (5/8), Dow -0,17%, S&P 500 +0,05%, dan Nasdaq +0,18%. Kontrak berjangka S&P 500 sedikit turun pada Senin malam karena para pedagang bersiap untuk data inflasi yang dijadwalkan akan dirilis akhir pekan ini, termasuk indeks harga konsumen (jatuh tempo Rabu) dan indeks harga produsen (Kamis).
Pasar komoditas ditutup menguat pada Senin (5/8). Minyak WTI naik 2,31% menjadi USD 72,99/bbl, Brent 1,9% menjadi USD 77/bbl, batubara ditutup pada USD 169,65/ton, nikel ditutup pada USD 24.713, dan CPO naik 4,48% menjadi MYR 3.758. Emas 0,18% menjadi USD 2.028/toz.
Pasar Asia ditutup variatif pada hari Senin. Hang Seng +0,5%, Shanghai -0,28%.
IHSG turun 0,27% menjadi 6.769,6. Investor asing membukukan penjualan bersih secara keseluruhan sebesar Rp 461,9 miliar; Rp 395 miliar di pasar reguler, dan Rp 66,9 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 155,6 miliar), diikuti oleh ASII (Rp 148,45 miliar), dan TLKM (Rp 147,1 miliar). Arus masuk asing terbesar di pasar reguler dicatat oleh ICBP (Rp 102,3 miliar), diikuti oleh INDF (Rp 39,7 miliar), dan ACES (Rp 36,2 miliar). Top leading movers adalah UNTR, ADRO, dan INDF, sedangkan top lagging movers adalah BBRI, TLKM, dan MDKA.
Nikkei naik 0,43% pagi ini, sementara KOSPI turun 0,24%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak sideways hari ini, mengingat sentimen beragam dari pasar global dan regional,” demikian tertulis.
