TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonomi RI Kuartal II Bakal Melaju Lebih Kencang

Nurdian Akhmad
9 May 2023 | 19:01
rubrik: Ekonomi
FOTO – Harga Pangan Masih Normal di Puncak Kemarau

Konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi RI di tengah ancaman krisis ekonomi global. (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih tinggi pada kuartal II 2023 dibandingkan kuartal I 2023

Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai indikator ekonomi di dalam negeri menunjukkan perbaikan. Indeks keyakinan konsumen (IKK) pada bulan Maret 2023 terus mengalami kenaikan menjadi 123,3. Sementara pada bulan April, Purchasing Manager index (PMI) yang mengukur kinerja sektor manufaktur menunjukkan pertumbuhan signifikan ke 52,7 tertinggi dalam 7 bulan terakhir.

“Kami juga melihat belanja masyarakat mengalami peningkatan menjelang dan beberapa minggu di bulan Ramadhan,” kata Andry Mandiri Economic Outlook Kuartal II 2023, Selasa (9/5/2023).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2023 tercatat tumbuh sebesar 5,03% year on year (yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2022 yang sebesar 5,01%

Ekonomi Indonesia pada triwulan-I 2023 terutama masih ditopang oleh pulihnya permintaan domestik. Pasalnya Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga tercatat mencapai 4,54% (yoy) pada triwulan-I dan Pertumbuhan konsumsi pemerintah juga tercatat sebesar 3,99% (yoy).

Hingga bulan 26 April 2023, menurut Andry, indeks nilai belanja MSI mencapai 156,7, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara frekuensi belanja mengalami kenaikan drastis. Hingga akhir April 2023, frekuensi belanja masyarakat mencapai 280,7.

Pertumbuhan kredit perbankan pun tercatat masih sehat, lanjutnya. Selain itu, hingga saat ini, perbankan Indonesia masih relatif terlindungi dari dampak gagalnya perbankan AS, karena eksposur yang relatif sangat terbatas.

Dilihat dari berbagai indikator perbankan Indonesia masih cukup resilient menghadapi gejolak global. Kualitas aset masih terjaga dengan rasio NPL yang cenderung terus menurun. Selain itu permodalan perbankan juga masih sangat kuat dengan rasio kecukupan modal berada pada 26%, jauh di atas ketentuan.

BACA JUGA:   RI Potensi Jadi Negara Climate Superpower

“Di tengah tekanan perlambatan ekonomi global, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2023, masih berpotensi tumbuh stabil pada kisaran 5,07% (yoy),” ujarnya.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,04% hingga akhir 2023. Ke depan, ekonomi Indonesia juga akan menghadapi tantangan lain yaitu penyelenggaraan Pemilu. Belanja terkait Pemilu dapat mendorong konsumsi meningkat.

Namun di sisi lain, investor akan bersikap hati-hati dan cenderung wait and see. “Jika situasi politik tetap kondusif dan stabil, hal ini berpotensi memberi dampak positif terhadap ekonomi domestik,” kata Andry.

Tags: Pertumbuhan ekonomi 2023
Previous Post

Dekranas dan Kementerian BUMN Beri Pelatihan kepada UMKM

Next Post

Ini Sebab Lahirnya ListriQu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR