TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal I-2023 Kantongi Laba Bersih US$ 2,15 Juta, GTSI Yakin hingga Akhir Tahun Capai US$ 4 Juta

Busthomi
13 May 2023 | 10:55
rubrik: Ekonomi
Kuartal I-2023 Kantongi Laba Bersih US$ 2,15 Juta, GTSI Yakin hingga Akhir Tahun  Capai US$ 4 Juta

Direktur Utama PT GTSI, Tammy Meidharma (kiri) dan Direktur GTSI Dandun Widodo menjelaskan kepada wartawan terkait kinerja perseroan, di Jakarta. FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan jasa sewa kapal untuk angkutan dan distribusi LNG milik Tommy Soeharto, PT GTS Internasional Tbk (IDX: GTSI) mencatatkan kinerja positif hingga kuartal I-2023.

Di tiga bulan pertama tahun ini perseroan membukukan laba bersih 2,15 juta dolar AS atau sekitar Rp31,74 miliar. Laba bersih GTSI ini melonjak 69,88% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2022 sebesar US$ 1,26 juta. Meski laba naik, pendapatan perseroan turun tipis 0,79% yoy menjadi US$ 10,36 juta pada kuartal I 2023 dibanding tahun sebelumnya US$ 10,44 juta.

Kondisi ini bakal positif hingga akhir tahun. Kendati memang bakal mengalami penurunan dibanding 2022 lalu. Hal ini salah satunya adanya dua kapal perseroan yang tak beroperasi.

Direktur GTSI Dandun Widodo mengakui, rofitabilitas perseroan sepanjang tahun 2023 ini akan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

“Tahun ini kinerja akan sedikit menurun dibandingkan tahun lalu, karena dua bulan kapal kami akan nganggur atau rugi sekitar US$ 3 juta. Jadi secara revenue (pemdapatam)maupun profit kami akan sedikit turun dibandingkan tahun lalu,” kata Dandun kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (12/5/2023).

Namun demikian, perseroan berupaya agar pendapatan dan laba pada 2023 tidak terlalu turun signifikan karena akan ada docking dua kapal yakni kapal Eka Putra dan Tri Putra.

Dandun mengatakan, pihaknya membidik target laba tahun berjalan sebesar US$ 4 juta, sedangkan laba tahun berjalan pada 2022 sebesar US$ 5,12 juta.

“Target kami maksimal tahun ini akan membukukan bottom line atau laba bersih sekitar US$ 4 juta,” ungkap dia.

Secara rinci kinerja di kuarta I-2023 itu adalah, pendapatan perseroan yang ditopang oleh jasa sewa kapal berhasil meraup US$ 10,25 juta, dan jasa manajemen awak dan kapal sebesar US$ 162,928 dolar AS. Pendapatan itu dikurangi biaya eliminasi US$ 50.000.

BACA JUGA:   Mendag Dorong Produk UMKM Masuk Timur Tengah

Beban pokok pendapatan perseroan meningkat 3,34% yoy menjadi US$ 6,45 juta, dibanding tahun sebelumnya US$ 6,24 juta. Alhasil, laba bruto perseroan turun 6,95% menjadi US$ 3,9 juta.

Lebih lanjut ditegaskan Dandun, selama 2022 lalu, perseroan berhasil mencetak kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan tahun 2021. Secara pendapatan, per 31 Desember 2022, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 41.226.395, lebih tinggi 34,03% dibandingkan 2021 sebesar US$ 30.759.409.

Selain itu, laba bersih Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 143,03%, dari rugi sebesar US$ 11.914.342 menjadi mencetak laba bersih sebesar US4 5.126.255.

Per segmen usaha, pendapatan Perseroan juga mulai membaik di tahun 2022 yang mengindikasikan bahwa langkah strategis yang telah dirumuskan dan diimplementasikan oleh Direksi sejak awal tahun 2022 telah membuahkan hasil yang diharapkan.

“Perseroan juga tetap berada dalam posisi keuangan yang aman, dengan total asset sebesar USD123.802.012 di tahun 2022,” katanya.

Hal ini didukung dengan Ekuitas Perseroan juga menguat di tahun 2022 menjadi US$ 56.962.210, meningkat sebesar 18,55% dari US$ 48.049.953 di akhir tahun 2021. Arus kas Perseroan juga menguat di tahun 2022, dengan kas dan setara kas di awal tahun 2022 sebesar US$ 13.521.647 menjadi US$ 20.369.841 di akhir tahun buku 2022.

Profitabilitas Perseroan juga berhasil naik secara signifikan dengan net profit margin di 2021 sebesar -39%, di akhir 2022 tercatat mengalami perbaikan hingga 12%. Likuiditas Perseroan juga masih tetap terjaga di tahun 2022 dengan rasio lancar sebesar 117,89% dan rasio liabilitas terhadap ekuitas sebesar 117,34%.

Aset Perseroan mengalami penurunan sebesar 3,79% di tahun 2022 menjadi US$ 123.802.012 yang utamanya disebabkan oleh penurunan akun aset tidak lancar yang memiliki porsi dominan terhadap komposisi aset Perseroan.

BACA JUGA:   Telkom Optimis Gaet Kinerja Positif dan Profitable Sepanjang 2024

Aset tidak lancar tahun 2022 menurun 23,60% dari tahun sebelumnya, disebabkan reklasifikasi akun asset hak guna – neto.

Nilai liabilitas di tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 17,11% menjadi US$ 66.839.802 yang utamanya disebabkan oleh penurunan akun liabilitas jangka panjang yang memiliki porsi dominan terhadap komposisi liabilitas Perseroan.

Liabilitas jangka panjang tahun 2022 turun 47,82% utamanya karena tanggal 31 Desember 2022 Perseroan mengklasifikasikan seluruh liabilitas sewa kapal menjadi liabilitas tersedia untuk dijual.

Selain itu, Perseroan telah melunasi liabilitas sewa kendaraan pada bulan Juli 2022. Sementara itu, liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 40,30% menjadi US$ 39.429.428 yang disebabkan oleh Perseroan melakukan reklasifikasi liabilitasnya ke dalam akun liabilitas tersedia untuk dijual.

Ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2022 tercatat sebesar US$ 56.962.210 atau naik sebesar 18,55% dibandingkan pencapaian tahun 2021 yang disebabkan oleh peningkatan penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi.

Perseroan per tanggal 31 Desember 2022 mencatat peningkatan nilai pendapatan sebesar 34,03% menjadi US$ 41.226.395 dibandingkan kinerja tahun 2021 sebesar US$ 30.759.409.

Hal ini disebabkan oleh peningkatan seluruh komponen pendapatan termasuk jasa sewa kapal dan pengelolaan kapal Perseroan sementara itu mencatat penurunan beban pokok pendapatan sebesar 15,22% menjadi US$ 26.693.670.

Sementara itu, beban operasi lainnya menurun dari US$ 7.802.840 menjadi US$ 2.107.802. Laba (Rugi) Tahun Berjalan Tahun ini Perseroan mencatat laba tahun berjalan sebesar US$ 5.126.255 dibandingkan tahun 2021, dimana Perseroan mencatatkan rugi sebesar US$ 11.914.32.

Perseroan juga mencatat Total Penghasilan – Komprehensif tahun berjalan sebesar US$ 11.737.257 dari sebelumnya mencatat rugi komprehensif tahun berjalan sebesar US$ 16.215.770 di tahun 2021.

Per tanggal 31 Desember 2022, Perseroan mencatatkan kas dan setara kas sebesar US$ 20.396.841 atau meningkat sebesar US$ 6.875.194 dibandingkan posisi tahun 2021 yang mencapai US$ 13.521.647.

Tags: GTSIindustri LNGkinerja keuanganPT GTS Internasional Tbk
Previous Post

Modern Hub Mulai Dibangun di Kota Modern Tangerang

Next Post

Pasar Gas Global Melambat, GTSI Sebut Konsumsi Gas Domestik Stabil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR