TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pabrik Semen Ini Ubah Gas Buang Jadi Listrik, Irit 50.000 Ton Batu Bara

Achmad Adhito
17 May 2023 | 08:13
rubrik: Business Info
Menteri PUPR: Ketatkan K3 Proyek Konstruksi

Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Direktur PT CSKC (Conch South Kalimantan Cement), Wang Hongyu, mengemukakan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 71 Tahun 2021 dan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 yang menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia. “Oleh karenanya, kami menerapkan langkah-langkah dalam mengurangi emisi karbon dalam perusahaan, antara lain pembangunan Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG),” kata dia dalam keterangan tertulis (16/5/2023).

WHRPG merupakan teknologi ramah lingkungan yang mampu memanfaatkan panas gas buang dari proses pembakaran atau proses produksi sebagai energi pembangkit listrik. Pengembangan fasilitas WHRPG sebagai terobosan CSKC dengan mengubah gas buang menjadi energi listrik.

“Tidak tanggung-tanggung, inovasi pembangkit listrik WHRPG ini mampu menghasilkan energi listrik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan emisi gas CO2 yang merupakan salah satu pasokan energi listrik yang bersifat terbarukan,” papar Wang Hongyu.

Menurutnya, proyek transformasi teknis pembangkit tenaga panas di PT CSKC ini memanfaatkan limbah panas boiler suhu rendah dan bertekanan rendah, serta menggunakan teknologi pembangkit listrik turbin bertekanan rendah.

Setelah konstruksi selesai, unit WHRPG diharapkan dapat menghemat 50.000 ton batubara setiap tahun pada power plant, menghemat biaya pembelian batubara sebesar Rp33 Miliar, serta mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 108.000 ton. “Tentunya dengan mempraktikkan pengembangan bisnis hijau dan rendah karbon, akan menungkatkan efisiensi proses yang ada di CSKC,” imbuh Wang Hongyu.

Sementara, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), Doddy Rahadi, saat menghadiri peresmian proyek WHRPG di pabrik CSKC di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (16/5/2023), memberikan apresiasi. Sebba, CSKC mendukung komitmen pemerintah dalam penurunan emisi GRK.

BACA JUGA:   Kandidat Bupati Polman Ini Rencana Renovasi Pasar dan Recycle Sampah

Itu dengan menggunakan pembangkit listrik ramah lingkungan WHRPG berkapasitas 7 hingga 11 megawatt (MW) yang dihasilkan dari lini produksi klinker di pabrik sebesar 2 x 3200 ton/hari.

“Proyek WHRPG yang dibangun oleh CSKC ini dapat mengubah gas sisa menjadi energi listrik yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan produksi pabrik semen,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang tengah membangun sistem kelistrikan hijau rendah karbon dan ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen nasional untuk menangkal pemanasan global.

“Transisi energi menjadi isu besar di dalam negeri dan dapat memberikan harapan baru mengenai masa depan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang lebih baik sebagai dampak kebijakan peralihan sumber energi dari fosil ke energi terbarukan,” tutur Doddy.

Tags: BSKJI KemenperinConch South Kalimantan CementHeat Recovery Power Generationkemenperin
Previous Post

Ini Sumbangsih Pertamina Geothermal di Kamojang

Next Post

Kans IHSG Masih Bearish, Pantau Rekomendasi Saham Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR