Jakarta, TopBusiness – PLN Nusantara Power Pacitan (PLN NP UP Pacitan) telah menjalankan Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) yaitu limbah sisa pembakaran batubara.
PT PLN Nusantara Power merupakan salah satu subholding PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang power generation. PLN NP UP Pacitan memiliki luas area 63,03 Ha sebagai penopang utama pasokan daya di sistem bagian selatan antara Jatim Jateng
Mulai tahun 2021 hingga saat ini, PLN NP UP Pacitan memanfaatkan FABA menjadi produk-produk yang bermanfaat dan mendukung pembangunan di daerah Ring 1 perusahaan yaitu Jalan Raya Pacitan-Trenggalek, Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan.
“PLN NP UP Pacitan berupaya memperpanjang umur landfill dengan pemanfaatan FABA secara massif dalam kemasan Program CSR dan dukungan terhadap UMKM,” kata Dwi Juli Harsono selaku Senior Manajer PLN NP UP Pacitan dalam Penjurian TOP CSR Awards 2023, Selasa, 16/05/2023 secara daring.
Menurut Dwi Juli, terdapat sejumlah dampak positif dari pemanfaatan FABA di daerah Ring 1 perusahaan antara lain: pembangunan jalan desa sepanjang 2.1 km, pembangunan 3 Rumah Tinggal Layak Huni, pembangunan 13 titik stabilisasi tanah menggunakan FABA sebanyak 115.519,05 ton, pembangunan Kafe Energi Cagak Telu, dan pembangunan Pondok Jamu Energi.
“Dampak positif berikutnya berupa sinergi dengan UMKM. Penggunaan FABA sebagai salah satu material campuran produksi paving dan batako dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan profit,” imbuhnya.
Yang tak kalah membanggakan, ungkap Dwi Juli, lahirnya local hero FABA yang berperan sebagai role model dalam program CSR pemanfaatan FABA
Berkah FABA bagi Masyarakat 1001 Gua
Kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2023, Dwi Juli memaparkan sejumlah dampak positif dari Program CSR berupa pemanfaatan FABA yang telah dijalankan PLN NP UP Pacitan sejak tahun 2021 di wilayah dengan julukan “Kabupaten 1001 Gua”.
Pengecoran Jalan Desa. Kondisi jalan desa di Ring 1 PLTU Pacitan masih berupa jalan dari tanah dimana jalan ini merupakan akses warga sehari-hari. Sayangnya, kondisinya memprihatinkan yaitu debu berterbangan saat musim kemarau, dan becek saat musim hujan. Tahun 2021 menjadi inisiatif PLTU Pacitan dalam pemanfaatan FABA untuk CSR, salah satunya pengecoran jalan desa dengan total panjang 1,3 km di 2 jalan desa Ring 1 sebagai pilot project. Di 2022, dilanjutkan pilot project PLN untuk “Jalan Beton Non Struktural” sepanjang 800 m yang juga di desa Ring 1 PLTU Pacitan. Pemanfaatan FABA secara masif melalui pengecoran jalan dilakukan dengan swakelola masyarakat yang akhirnya dapat memberikan kenyamanan akses jalan bagi masyarakat sekitar.
Rumah Tinggal Layak Huni. Bermula dari info di medsos bahwa salah satu kondisi rumah warga di Ring 1 PLTU Pacitan tidak layak huni, dan lingkungannya yang kumuh. Maka dibuatlah 1 unit RuTiLaHu sebagai pilot project pada 2021. Kemudian di 2022, kembali mendapat info dari Pemkab Pacitan bahwa terdapat 2 rumah warga yang juga tidak layak huni, kemudian dibangun 2 unit RuTiLaHu. Dalam pembangunan RuTiLaHu, menggunakan material FABA yang akhirnya dapat dinikmati dengan aman nyaman.
Stabilisasi Tanah. Tahun 2022 merupakan tahun challenging dimana UP Pacitan ditarget oleh Direktur Operasi II PLN NP dalam melakukan stabilisasi tanah sebanyak total 115.519.05 Ton FABA. Terdapat 13 titik lahan non produktif berhasil distabilisasi tanahnya menggunakan FABA hingga saat ini. Sedangkan di 2023, UP Pacitan ditarget pemanfaatan FABA sebanyak 200.000 Ton.
Kafe Energi Cagak Telu. Cagak Telu merupakan rest area di Ring 1 dimana terdapat lahan kosong non produktif yang belum termanfaatkan Di lokasi ini juga masyarakat dapat melihat view PLTU dari atas. Melihat potensi animo masyarakat ke lokasi ini dibuatlah Kafe Energi Cagak Telu dengan material FABA dan besi bekas PLTU. Kafe yang berdiri di atas lahan seluas 1 ha. Sebagai bentuk tanggung jawab pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kafe, UP Pacitan telah memberikan pelatihan menjadi Barista.
Pondok Jamu Energi. Di perbatasan Kab. Pacitan dan Kab. Trenggalek terdapat lahan Perhutani non produktif dimana di lokasi ini juga ada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (sebagai pengelola lahan). Dari sini muncul kolaborasi antara UP Pacitan dengan LMDH untuk pemanfaatan lahan menjadi Pondok Jamu Energi menggunakan material FABA dan besi bekas PLTU. Di lahan seluas 15 ha ditanami TOGA sebagai bahan dasar produksi jamu dengan pemberdayaan ibu-ibu PKK yang sudah dibekali pelatihan pengolahan jamu.
Sinergi UMKM. Di Ring 3 PLTU terdapat 2 UMKM, yaitu UD 3 Putera dan UD Anton Beton, yang bergerak di bidang pembuatan paving dan batako yang mengalami penurunan omzet selama pandemi 2021. Sejak terbit PP No. 22 tahun 2021 dimana FABA terkategori Limbah Non B3, UP Pacitan mempublikasikan di medsos untuk pengambilan FABA PLTU secara gratis. Akhirnya, 2 UMKM tersebut melakukan trial pemanfaatan FABA sebagai bahan campuran dalam produksi paving batako yang mana menghasilkan kualitas yang baik dan penurunan biaya produksi sehingga omzet dan profit mereka meningkat.
Kompos FABA (KF 50). FABA PLTU Pacitan dikombinasikan dengan kompos yang yang
berasal dari daun kering dengan komposisi 50:50. FABA mengandung Silika yang tinggi yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, seperti padi, tebu, bambu, dan tanaman akumulator lainnya. Hingga saat ini, KF 50 sudah diterapkan di internal PLTU Pacitan dan eksternal (Kecamatan Sudimoro Panggul). Berbagai upaya pengenalan KF 50 sudah dilakukan diantaranya pada Hari Jadi Pacitan ke 277 (2022), Harlisnas ke 77 (2022), Hari Menanam Pohon Indonesia 2022 dan Compost Day Event HPSN 2023.
Apresiasi Pemanfaatan FABA
Menurut Dwi Juli, pemanfaatan FABA PLTU Pacitan telah diapresiasi oleh sejumlah kalangan antara lain, PLN Group, menjadi tempat bencmarking Pemanfaatan FABA oleh Pemerintah Kota Bengkulu dan PT Tenaga Listrik Bengkulu (IPP), mendapat kunjungan dari Kedeputian I Kantor Staf Kepresidenan (KSP) terkait diskusi Pengelolaan FABA, dan kolaborasi dengan POLRI berkaitan dengan pelatihan pembuatan paving dan batako menggunakan FABA.
TOP CSR Awards diselenggarakan majalah TOP Business didukung sejumlah asosiasi CSR, Asosiasi Bisnis, dan GCG, serta perusahaan konsultan CSR dan Bisnis. Tema yang diangkat dalam TOP CSR Awards 2023 adalah “Inovasi-Inovasi Program CSR yang Mendukung Tumbuhnya Bisnis Perusahaan Secara Berkelanjutan”.
Dalam Penjurian TOP CSR Awards 2023, Selasa, 16/05/2023 secara daring, PLN Nusantara Power Pacitan diwakili oleh Dwi Juli Harsono selaku Senior Manajer membawakan materi bertajuk “Berkah FABA Bagi Masyarakat 1001 Gua”. Ia didamping oleh Raden Sultani Indragunawan selaku Manager Keuangan dan Administrasi, Risky Trilistirta selaku Assistant Manager Umum dan CSR, Roesy Dananjaya, Eko, dan anggota tim lainnya.
Sedangkan bertindak selaku dewan juri yaitu Melani K. Harriman dari Melani K. Harriman & Associates, AJ Boesra dari Yayasan Kepak Sayapku, Nurdizal Rachman dari Corebest, Ermon Idrus dari Lembaga Kajian Nawacita, dan Febrizal Effendi dari Aspiluki.
Penulis: Teguh IS.
