Jakarta, TopBusiness – Berdiri sejak tahun 1995, PT PLN Nusantara Power (PLN NP) yang semula bernama PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) terus mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara, serta mendorong perkembangan perekonomian nasional dengan menyediakan energi listrik yang bermutu tinggi, andal dan ramah lingkungan. PT PNP tiada henti berbenah dengan melakukan bermacam inovasi dan tetap berpegang pada kaidah tata pengelolaan perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
“Berkat dukungan shareholders dan stakeholders, PT PNP tumbuh dan berkembang dengan berbagai bidang usaha, tanpa meninggalkan tanggung jawab sosial perusahaan demi terwujudnya kemandirian masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup,” ujar Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Brantas M. Fauzi Iskandar saat mengikuti penjurian TOP CSR Awards 2023 secara online oleh Majalah Top Business, Rabu, 17 Mei 2023.
M. Fauzi menambahkan, program CSR PT PNP didasarkan atas data social mapping dan Rencana Strategis, di mana pada social mapping tersebut memuat permasalahan utama dari dampak operasional perusahaan, dan menyajikan potensi-potensi yang ada di masyarakat seperti potensi sumber daya alam, serta potensi sumberdaya manusia yang dapat disinergikan dengan program dari perusahaan. Dari data social mapping dapat dilanjutkan dengan pembuatan program kerja CSR dan rencana strategis CSR.
“Kami juga melakukan kegiatan Community Development yang menjadi komitmen PT PLN NP UP Brantas untuk berperan mendorong kegiatan pertumbuhan dan pemberdayaan masyarakat dengan prioritas sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan untuk terciptanya hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi perusahaan. Program CSR telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai manifestasi dari budaya perusahaan,” terang M. Fauzi.
Berikut program CSR unggulan PT PLN NP UP Brantas;
- Batik Seng. Batik Seng menjadi produk kerajinan andalan desa sengguruh dan telah popular hingga keluar daerah. Pengembangan batik seng memberikan peningkatan ekonomi bagi anggota kelompok dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat termasuk penyandang difabilitas. Batik seng juga meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya asli indonesia.
- Budidaya Porang. Di UP Brantas PLTA Giringan terdapat lahan kosong yang bisa dijadikan lahan untuk penanaman porang, dengan Bumdes dan kelompok tani sarwo asih sebagai mitra menjadikan lahan kosong menjadi produktif yang mendukung program perusahaan yaitu Byond KWH.
- Program Pendidikan Sekolah Alam MIBA (Madrasah Ibtidaiyah Bilingual Al-Ikhlas) dan anak Inklusi. Sekolah ini menerapkan Pendidikan untuk semua (Education for all), dan tentu saja berkenaan dengan alam, yaitu sekolah arboretum. Program ini membantu pemerintah tentang pendidikan layak bagi anak berkebutuhan khusus dan kurang mampu.
Penulis: Miroji
