Jakarta, TopBusiness—Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan pentingnya menggabungkan kemampuan strategic leadership dengan strategic spritual leadership.
“Hal tersebut dilakukan dengan memaknai jabatan yang diemban bukan hanya sekadar tugas namun sebagai amanah langsung dari Allah SWT,” kata dia hari ini di Jakarta.
Dengan hal tersebut, seseorang dapat bersungguh-sungguh dan lebih mengoptimalkan potensi diri. “Penting juga untuk terus memerkuat kompetensi diri sendiri serta lingkungan satuan kerja, melakukan pendekatan berbasis informal dalam memimpin, serta saling mendoakan untuk kebaikan dan kesuksesan bersama,” kata Perry.
Semua hal tersebut dikatakan Perry saat melantik dan memimpin serah terima jabatan tiga pemimpin baru Kantor Pusat Bank Indonesia. Pelantikan pimpinan di BI merupakan bagian dari implementasi transformasi organisasi dan sumber daya manusia untuk memperkuat efektivitas organisasi dan pelaksanaan tugas BI.
Adapun pemimpin baru yang dilantik adalah: Solikin M Juhro, sebelumnya menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial.
Selanjutnya serah terima jabatan dilakukan kepada pejabat sebagai berikut: Yati Kurniati, sebelumnya menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, sebagai pegawai penugasan selaku Executive Director Of South-East Asia Voting Group (SEAVG) – IMF.
Firman Mochtar, sebelumnya menjabat Kepala Grup Perumusan Kebijakan Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
