Jakarta, TopBusiness – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Summarecon Agung Tbk (IDX: SMRA) yang digelar pada hari ini menyepakati beberapa keputusan. Salah satunya adalah Perseroan menyetujui untuk membagi dividen tunai kepada pemegang sahamnya.
Kebijakan ini seiring dengan adanya kinerja positif sepanjang tahun 2022 lalu. Dimana kondisi tersebut lantaran adanya perbaikan di lingkungan bisnis perseroan. Tercatat, SMRA membukukan peningkatan laba bersih sebanyak 40% dari Rp550 miliar di 2021 menjadi Rp772 miliar di 2022. Pendapatan perseroan pun meningkat 2,6% dari Rp5,57 Triliun menjadi Rp5,72 Triliun.
“Dengan begitu, RUPST menyepakati sebesar Rp115.559.978.506 atau Rp115,56 miliar sebagai dividen tunai atau setara dengan Rp7 per lembar saham yang akan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat Dalam Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 27 Juni 2023 sampai dengan pukul 16.00 WIB,” terang Adrianto P. Adhi selaku Presiden Direktur Summarecon saat konferensi pers secara virtual usai RUPST, Kamis (15/6/2023).
“Nilai dividen tahun buku 2022 itu setara 16,1% dari laba bersih atau lebih besar dibanding tahun buku 2021 yang tercatat Rp99 miliar,” lanjutnya.
Sementara, kata dia, sisanya yakni sebesar Rp658.279.178.354 atau Rp658,27 miliar bakal dimasukan sebagai laba ditahan.
Dalam RUPST tahun buku 2022, Perseroan juga mengumumkan penambahan Anggota Dewan Komisaris. Adapun susunan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi terbaru adalah sebagai berikut;
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Ir. Soetjipto Nagaria
- Komisaris: Harto Djojo Nagaria
- Komisaris: Hendri Rahardja
- Komisaris: Drs Edi Darnadi
- Komisaris: Lexy Arie Tumiwa
- Komisaris: Ge Lilies Yamin
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Adrianto P. Adhi
- Direktur: Liliawati Rahardjo
- Direktur: Soegianto Nagaria
- Direktur: Herman Nagaria
- Direktur: Sharif Benyamin
- Direktur: Lidya Tjio
- Direktur: Nanik Widjaja
- Direktur: Jason Lim
Adrianto P. Adhi melanjutkan, kondisi pandemi yang semakin terkendali, turut memicu akselerasi perseroan. Unit usaha Investment Property mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi di sepanjang tahun 2022.
Tiga mall Summarecon telah beroperasi penuh dan mendapatkan tingkat kunjungan yang cukup tinggi, hampir menyamai angka kunjungan pada masa sebelum pandemi.
“Penjualan rumah di unit usaha Property Development juga berlangsung cukup baik, sehingga perseroan sangat optimis untuk mencatat kinerja yang lebih baik di tahun depan. Summarecon saat ini tengah mengejar berbagai proyek yang saat ini masih dalam proses pembangunan, diantaranya yaitu Summarecon Villaggio Outlets – East Jakarta yang berlokasi di Summarecon Emerald Karawang dan Summarecon Mall Bandung di kawasan Summarecon Bandung,” paparnya.
Tercatat, Summarecon berhasil mencatat angka pra penjualan di tahun 2022 sebesar Rp 4,95 Triliun dan penjualan rumah masih mendominasi sebesar 75%, dimana kontribusi berasal dari 8 kota terpadu (Township) yang sudah dikembangkan.
Di sepanjang tahun 2022, unit bisnis Pengembangan Properti menyumbang pendapatan sebesar Rp 3,53 Triliun atau 62% dari total pendapatan Perseroan. Rumah masih mendominasi dengan porsi 50% dari total pendapatan pengembangan properti, dilanjutkan dengan penjualan bangunan komersial, tanah kavling, apartemen dan bangunan lainnya.
Di bulan November 2022, Summarecon meluncurkan proyek terbarunya yaitu Summarecon Crown Gading yang menjadi kota terpadu ke 8. Dalam hitungan jam, dua kluster yang ditawarkan, terjual mencapai 390 unit dengan nilai pra penjualan mencapai Rp 827 miliar.
Kemudian, terkendalinya COVID-19 dan pelonggaran PPKM mengakibatkan peningkatan pendapatan yang signifikan di segmen bisnis ini yaitu sebesar 61% menjadi Rp 1,48 Triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 918 Miliar. Laba usaha juga mengalami peningkatan yang signifikan dari Rp 259 miliar menjadi Rp 677 miliar di tahun 2022 atau setara dengan 162%.
Pusat perbelanjaan yang tersebar di Jabodetabek masih menjadi penopang utama dari pendapatan berkelanjutan dalam unit bisnis ini dimana Kelapa Gading menghasikan pendapatan terbesar (46%), diikuti oleh Serpong (33%) dan Bekasi (21%). Prospek untuk pusat perbelanjaan juga masih akan terus membaik dengan terkendalinya COVID-19.
Adapun, unit bisnis lain-lain yang terdiri dari bisnis perhotelan, rekreasi dan lain-lain memiliki kontribusi pendapatan sebesar 12% dari total pendapatan Perseroan. Rugi usaha di segmen bisnis ini turun menjadi Rp 51 miliar dari sebelumnya Rp 111 miliar akibat dari kenaikan pendapatan yang terutama berasal dari bisnis perhotelan. Hal ini terefleksikan dari peningkatan pendapatan sebanyak 41% menjadi Rp 710 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
