Jakarta, TopBusiness – PT Imago Mulia Persada Tbk (IDX: LFLO) salah satu perusahaan distributor barang-barang furniture interior dengan brand terkenal Laflo dan Pita mengaku yakin kinerja tahun 2023 ini dapat terus bertumbuh positif.
Dengan begitu, tren positif yang sudah terjadi selama ini dapat terus berlangsung di tahun 2023. Apalagi memang untuk brand Pita telah banyak diminati oleh konsumen berdasar dari kinerja di tahun lalu.
Sepanjang 2022 lalu, Perseroan berhasil membukukan peningkatan penjualan bersih pada akhir tahun dengan kenaikan sebesar 38% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2021. Dengan penjualan bersih dibukukan senilai Rp46,8 miliar dan akhir tahun 2022 penjualan bersih mencapai Rp64,6 miliar.
Selain itu pada akhir tahun 2022, perusahaan juga berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp3,3 miliar dibandingkan pada periode tahun sebelumnya sebesar Rp1,7 miliar, sehingga mengalami kenaikan tinggi hingga 91%.
Presiden Direktur PT Imago Mulia Persada Tbk, Erlangga Ksatria mengatakan, PT Imago Mulia Persada Tbk berkomitmen untuk tetap menjunjung tinggi kualitas dan desain terbaik demi mencapai kepuasan para pelanggan sejak tahun 1995.
“Dengan capaian positif di tahun 2023 ini, kami percaya dapat mencapai visi utama yakni menjadi solusi satu atap untuk berbagai furnitur bermerek, perlengkapan, dan peralatan di Indonesia, Asia Tenggara dan Asia Pasific,” ungkap Erlangga, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Senin (19/6/2023).
Dengan kondisi yang positif tersebut, LFLO pun mengincar nilai penjualan (marketing sales) di tahun 2023 ini mencapai Rp168 miliar yang meliputi Rp120 miliar untuk Laflo dan Rp48 miliar untuk Pita.
Target tersebut berarti masing-masing mengalami kenaikan hingga 60% dan 108% dari perolehan 2022 lalu yang senilai Rp75,2 miliar dan Rp23 miliar.
“Marketing sales Laflo tahun ini kami proyeksikan Rp160 miliar. Pita marketing sales kami proyeksikan akhir tahun menjadi Rp 48 miliar,” lanjut Erlangga lagi.
Kondisi tersebut membuat perseroan menargetkan untuk pendapatan di 2023 ini bisa mencapai Rp84 miliar atau meningkat dari raihan di tahun lalu yang sebesar Rp64,6 miliar. “Sehingga net profit kami di tahun ini, doakan ya, bisa mencapai angka Rp8 miliar yang berarti naik tinggi dari tahun 2022 lalu yang sebesar Rp3,34 miliar,” tutur dia.
Lebih lanjut, kata dia, sepanjang 2022 hingga pertengahan 2023, PT Imago Mulia Persada Tbk secara konsisten memperluas koleksi merek dan berbagai showroom yang menjangkau pasar di tanah air, seperti Laflo Flagship Store Senayan, Laflo Experience Center di Agora Surabaya, PITA Alam Sutra, PITA Jalan Bangka, Kemang, PITA Showroom di Sequis Center, SCBD dan PITA Showroom yang berlokasi di wilayah segitiga emas Kuningan, Jakarta.
Tak hanya itu, guna memberikan edukasi dan wawasan bagi generasi mendatang untuk mendapatkan informasi yang berharga seputar dunia desain furnitur, PT Imago Mulia Persada Tbk juga mengundang berbagai institusi, khususnya institusi pendidikan, untuk merasakan pengalaman melalui kunjungan ke showroom.
PT Imago Mulia Persada Tbk sendiri memiliki sejarah lebih dari 26 tahun dalam upayanya mendapatkan kepercayaan dari para pelanggannya. Di bawah Laflo, perusahaan telah sukses memperkenalkan lebih dari 45 merek internasional yang dikuratori oleh para ahli, seperti Driade, Knoll, Ceccotti Collezioni, Living Divani, Flou, Glas Italia, Luceplan, Foscarini, FontanaArte, Astro, Brokis, Marset, dan banyak lainnya.
Kedepannya, ini menjadi tolak ukur standar desain dan produksi furnitur berkualitas di Indonesia. Sebagai upaya berkelanjutan dan untuk lebih mengembangkan pengrajin lokal dan industri kreatif, baru pada Februari 2022, di bawah PT. Imago Mulia Persada Tbk, lahirlah PITA, sebagai anak perusahaan dari merek induk LAFLO.
Ditanya terkait kontribusi Laflo dan Pita selama ini, kata Erlangga, kontribusi Laflo tetap lebih besar dari Pita terhadap pendapatan. Hal ini lantara nilai Laflo sendiri memang terdiri dari brand-brand yang berharga mahal.
“Akan tetapi, pencapaian pasar Pita sendiri di tahun pertama itu sama dengan Laflo di tahun ke empatnya. Makanya di tahun ini target penjualan untuk Laflo itu sangat kuat, bahkan tahun depan kontribusi Pita bisa lebih besar dari Laflo,” tuturnya.
Pada RUPS hari ini, agenda PT Imago Mulia Persada Tbk adalah untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham terkait Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022, penetapan penggunaan laba bersih, penetapan KAP untuk Tahun Buku 2023, dan menyampaikan laporan kepemilikan aset yang juga mengalami kenaikan.
Untuk asset perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 43% di akhir tahun 2022 menjadi sebesar Rp84,7 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp59,3 miliar. Sementara untuk kewajiban mengalami kenaikan 109% menjadi Rp39,4 miliar di akhir tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp18,3 miliar dan untuk ekuitas mengalami kenaikan sebesar 12% di akhir tahun 2022 menjadi sebesar Rp45 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp40,5 miliar.
“Kami percaya kedepannya PT Imago Mulia Persada Tbk akan dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat, terutama para stakeholders melalui transparansi dan akuntabilitas perusahaan yang berkelanjutan. Dengan hasil capaian positif di tahun ini, kami percaya dapat melayani masyarakat dengan lebih baik, lebih inovatif, dan kompetitif. Ini merupakan hal yang penting mengingat furniture dan desain adalah kebutuhan setiap manusia yang oleh karena nya kami berdedikasi untuk memberikan produk dan pelayanan premium terbaik,” pungkas Erlangga.
