Jakarta, TopBusiness – PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengikuti sesi Penjurian TOP GRC Awards 2023 secara daring pada Selasa, (20/6/2023) dengan membawakan materi yang menjelaskan penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) di BUMN dengan bidang usaha Jalan Tol terbesar di Tanah Air.
TOP GRC Awards diselenggarakan oleh majalah TOP Business bekerja sama dengan sejumlah lembaga yang bergerak di bidang GCG dan GRC.
Sebagai informasi, dalam ajang TOP GRC Awards, Jasa Marga telah memperoleh penghargaan sebagai TOP GRC Awards level Star 4 dan The Most Commited GRC Leader secara berturut-turut sejak tahun 2020 hingga 2022.
Hadir mewakili Jasa Marga dalam penjurian TOP GRC Awards 2023 yaitu: Nixon Sitorus selaku Corporate Secretary, Lisye Octaviana selaku Corporate Communication GH, Febrina, Haning Pangastuty, Devu Lusyana, Anisa Amalia, Herenda Adityoso, Syaleindra Wisnu, Trias Adriyanto, Doddy Lombardo, dan Krisma PS.
Sedangkan bertindak selaku Dewan Juri yaitu: Dwinda Ruslan, As’ad Nugroho, Benyamin De Haan, dan Melani K. Harriman.
Dewan juri memberi apresiasi terhadap penerapan GRC dan ESG di Jasa Marga yang dinilai mendukung kinerja bisnisnya, antara lain terkait aspek Kerangka, Kebijakan, Tata Kelola dan Prosedur Manajemen risiko, Struktur Organisasi dan Tata Kelola Manajemen Risiko, dan Strategi Pembangunan dan Penerapan Manajemen Risiko serta Budaya Manajemen Risiko.
Termasuk aspek Penerapan Risk Based Budgeting & Risk Based Audit, Metode Pengukuran Risk Maturity Index, dan Implementasi Sertifikasi Green toll road.
Keberhasilan Terkait GRC dan ESG
Kepada Dewan Juri TOP GRC Awards 2023, Lisye Octaviana memaparkan sejumlah keberhasilan yang telah diraih Jasa Marga terkait penerapan GRC dan ESG.
“Asesmen GCG Jasa Marga periode tahun 2022 dilaksanakan dengan menggunakan kriteria dan metodologi yang ditetapkan oleh Kementerian BUMN yaitu berdasarkan Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN Nomor: SK-16/S-MBU/2012 tanggal 06 Juni 2012,” jelasnya.
“Asesmen GCG tahun 2022 dilakukan pihak ketiga yang independen dengan skor 98,42,” ungkap Lisye.
Jasa Marga juga telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001 sejak tahun 2022.
Lebih lanjut, Lisye mengutarakan bahwa Road Map Risk Maturity Index Jasa Marga telah sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian BUMN.
“Sejak tahun 2020, skor Maturity Index Jasa Marga selalu lebih tinggi dari target. Tahun 2021 skor-nya 3,89 dari target 3,80. Sedangkan tahun 2022, skor-nya 4,0 dan tahun 2023 target yang ingin diraih 4,10,” tuturnya.
Bukan hanya itu, dalam 1-2 tahun terakhir, Jasa Marga juga telah mencatatkan sejumlah prestasi yaitu:
Meraih sertifikasi Green Toll Road pada ruas jalan tol yang dikelola Anak Perusahaan Jasa Marga.
Meskipun dalam kondisi Pandemi, Perusahaan telah berhasil mengoperasikan beberapa Proyek ruas-ruas Jalan tol seperti : jalan layang Jakarta-Cikampek, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung, Cinere-Serpong, Serpong-Kunciran, Kunciran-Cengkareng.
“Walau dalam kondisi pandemi yang berdampak pada krisis finasial, Perseroan tetap dapat menghasilkan kinerja laba yang positif,” imbuh Lisye.
Prestasi berikutnya, penerapan e-payment 100% (transaksi tol elektronik) telah berdampak baik bagi keselamatan dan kesehatan karyawan operasional di saat pandemi, sehingga karyawan operasional bekerja dalam bekerja tetap terlindungi dari Wabah Pandemi.
Perusahaan telah berpartisipasi dalam pengadaan Vaksinasi Bersama BUMN dengan total peserta sebanyak lebih dari 12.000 Karyawan di lingkungan Jasa Marga (Perusahaan Induk, Anak Perusahaan dan Mitra).
Penulis: Teguh IS
