TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sukses PEPC JTB Kerek Ekonomi Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup Bojonegoro

Albarsyah
23 June 2023 | 15:17
rubrik: BUMN
Sukses PEPC JTB Kerek Ekonomi Berkelanjutan dan Lingkungan Hidup Bojonegoro

Jakarta, TopBusiness – Kinerja apik menuai sukses telah ditorehkan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang beroperasi di Zona 12, Regional Indonesia Timur, Pertamina Subholding Upstream.

Tidak hanya berperan dalam mendukung ketersediaan energi nasional, PEPC memberikan bukti nyata melalui program Tangung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan dan peningkatan pendapatan kelompok binaan yang merupakan masyarakat di ring satu perusahaan.

Keberhasilan program pengembangan masyarakat di antaranya adalah program peningkatan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program yang dilaksanakan dalam rentang tahun 2018-2020 ini yaitu Budidaya Ayam Petelur sebagai unit bisnis BUMDes, dimana melalui program ini PEPC bersama mitra pelaksana program memberikan pendampingan kepada BUMDes di desa sekitar área operasi perusahaan, hingga BUMDes dapat berjalan dengan baik dan mampu mengelola unit bisnisnya secara profesional.

Dimulai dari satu BUMDes dengan unit bisnis berupa budidaya 1500 ekor ayam petelur, hingga saat ini telah sukses melibatkan empat BUMDes di sekitar area operasi proyek pengembangan lapangan gas jambaran-tiung biru (JTB) yaitu di Desa Bandungrejo, Kaliombo, dan Dolokgede dengan total budidaya ayam petelur mencapai 10.400 ekor yang menghasilkan 7.800 butir telur per hari.

Jika harga telur ayam di peternak dijual di kisaran harga Rp 30 ribu per kilo gramnya, maka omzet peternak mencapai hampir Rp15 juta per hari, ini sebuah pengerek kesuksesan perekonomian desa dengan rezeki kota.

Kesuksesan lainnya adalah program pengembangan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Ekonomi & Sosial Berbasis Ekologi Melalui Sistem Agrosilvopastoral Bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (PESONA HUTAN). Melalui program Agrosilvopastoral saat ini telah berkembang budidaya kambing secara komunal dari yang semula berjumlah 200 ekor sekarang telah berkembang mencapai hampir 300 ekor. Program ini kemudian juga berkembang dengan budidaya ikan air tawar, yaitu dengan bibit ikan nila sejumlah 20.000 ekor ikan nila di embung kawasan hutan, ditambah lagi dengan budidaya 5.205 pohon tanaman multi purpose tree species (MPTS) yaitu tanaman kekayuan yang bersifat
multiguna yang bermanfaat dari segi ekologi maupun segi ekonomi, serta menghasilkan komoditas kayu dan non kayu.

BACA JUGA:   Rumah RISHA Garapan HK Meraih Rekor MURI

Penerima manfaat dari program pengembangan masyarakat ini adalah para petani penggarap lahan hutan yang berada di bawah naungan 2 LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) / KTH (Kelompok Tani Hutan) yaitu: LMDH Bandungrejo dengan budidaya program agroforestry kelengkeng bersama 30 KK tani hutan, dan LMDH Ngasem dengan budidaya program Agrosilvopastura Fishery bersama 24 KK tani hutan.

Program Agrosilvopastura sesuai roadmap program dimana pada 2023 ini memasuki tahun ke-3 pendampingan program.

Adapun roadmap program Program Pemberdayaan Ekonomi & Sosial berbasis ekologi melalui program Agrosilvopastoral bernama Pesona Hutan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan adalah:

2021: Inisiasi program piloting Agrosilvopastura

2022: Budidaya MPTS, pengembangan Agrosilvo menjadi Agrisilvo-Fisheri

2023: Tahap pemandirian dan pelibatan berbagai pemangku kepentingan

2024: Tahap exit strategy program

Kesuksesan PEPC pencapaian program ini berkat kemitraan dan kolaborasi nan apik dari seluruh pemangku kepentingan terkait seperti PERHUTANI, DPMD, Dinas Peternakan Musyawarah Pimpinan Kecamatan ( MUSPIKA) ,Pemerintahan Desa (PEMDES), KTH/LMDH serta keterlibatan Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU), dan juga Lembaga Amil Zakat Infaq serta Shadaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) bahkan Kementerian Agama pun turut terlibat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan lingkungan hidup di Bojonegoro ini.

Untuk pelaksana pengawasan program agrosilvopastura dilaksanakan oleh LMDH/KTH, melalui petugas lapangan yang melakukan tugas pengawasan di seluruh unit-unit terkait, agar mitra binaan PEPC ini terus diberikan perhatian khusus agar pencapaian sesuai dengan target program.

Bagi para peternak, program Penggemukan Kambing dan Sapi untuk pemasarannya dilakukan langsung oleh para peternak yang tergabung dalam LMDH/KTH dengan pasar ternak hewan di kecamatan Ngasem.

IDfoS sebagai mitra pelaksana program milik PEPC belum lama ini mengadakan sharing session untuk membuka peluang dalam melakukan kemitraan dan berkontribusi pada pengembangan kawasan hutan di petak 52-A1 KPH Clangap, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur pada Rabu (08/06).

BACA JUGA:   Pertamina Raih 4 Penghargaan

Menurut Sr Officer Comm. Relations & CID PEPC PEPC Zona 12 Agung Yunito Yahya program Agrosilvopastura merupakan upaya pengembalian fungsi hutan dengan tetap mempertahankan peran kelompok tani hutan atau Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. “Kelompok Tani Hutan atau KTH Ngasem Barokah yang selama ini memenuhi kebutuhan ekonomi melalui aktivitas hariannya di sekitar hutan dan harapannya dapat semakin berperan menjaga kelestarian hutan,” tegasnya kepada Top Business.

PEPC bersama mitra IDfoS memfasilitasi program yang berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat ini agar fungsi hutan tetap terjaga dengan baik. Adapun program tersebut meliputi beberapa unit kegiatan diantaranya peternakan penggemukan sekitar 200 kambing, penanaman 205 pohon tegakan serta penebaran 2000 bibit ikan di keramba di embung-embung hutan.

Sharing session dan kolaborasi pengembangan program Agrosilvopastura yang berbasiskan kawasan hutan bersama masyarakat ini dihadiri lebih dari 30 perwakilan lembaga, mulai dari lembaga pemerintah, media, swasta, perbankan hingga lembaga non profit dimana para peserta terlihat cukup antusias dengan adanya program agrosilvopastura tersebut.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Evie Octavia menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dari keberadaan PEPC bersama mitranya dalam mewujudkan sinergi. Dirinya mengapresiasi PEPC yang meluncurkan program ini sehingga pemberdayaan masyarakat tani hutan terlaksana. “Kehadiran PEPC di Bojonegoro sangat luar biasa dan memberikan dampak yang positif, program-program pengembangan masyarakatnya selalu membawa manfaat bagi masyarakat sekitar wilayah operasi,” ungkapnya.

Diharapkan, dengan adanya kolaborasi berbagai stakeholders ini, wilayah lahan hutan seluas 22 hektar dapat semakin terjaga kelestariannya dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari tanaman komoditas, pembibitan ikan dan peternakan kambing. Dengan demikian sinergi dan kerja sama antar pihak akan meningkatkan perekonomian dan memberikan manfaat bagi warga masyarakat sekitar secara berkelanjutan.

Tags: Pertamina EP CepuPertamina GroupPT Pertamina
Previous Post

Pertamina Geothermal Menang Lelang Area Panas Bumi

Next Post

Di Akhir Pekan, IHSG Catat Penurunan Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR