Jakarta, TopBusiness—-IMF memproyeksikan kinerja ekonomi Indonesia tetap kuat dengan sedikit moderasi di tahun 2023. IMF mencermati beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait ketidakpastian kondisi ekonomi dan keuangan global yang berpotensi mempengaruhi outlook pertumbuhan.
“Dalam hasil penilaian IMF atas perekonomian Indonesia dalam laporan Article IV Consultation tahun 2023, IMF menyampaikan rekomendasi untuk normalisasi kebijakan fiskal dan moneter sebagaimana kondisi pra-pandemi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, pagi ini secara tertulis ke wartawan.
Rekomendasi tersebut juga menyangkut keberlanjutan kebijakan sektor keuangan yang mendukung pertumbuhan inklusif, serta reformasi kebijakan secara lebih luas guna mendorong pertumbuhan jangka menengah.
Erwin juga mengatakan bahwa IMF menilai Indonesia telah menunjukkan pemulihan ekonomi yang baik pasca-pandemi melalui kinerja makroekonomi yang kuat. Hal itu didukung penerapan kebijakan moneter dan fiskal secara berhati-hati.
Kebijakan forward looking dan sinergi telah berhasil membawa Indonesia menghadapi tantangan global pada tahun 2022 dengan pertumbuhan yang sehat, tekanan inflasi yang menurun, dan sistem keuangan yang stabil.
