TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Agen Laku Pandai BMRI Capai 17.597 Orang

Nurdian Akhmad
23 May 2016 | 14:03
rubrik: Finance

Jakarta-Thebusinessnews. PT Bank Mandiri Tbk ( BMRI) Per April 2016, memiliki jumlah agen layanan lakuk pandai 17.597 unit dan ditargetkan menjadi  sekitar 25.000 agen pada akhir tahun ini.  Sementara, jumlah pengguna layanan branchless banking Bank Mandiri, termasuk untuk penerima bantuan pemerintah, sebanyak 1,2 juta nasabah.

 

Direktur Retail Banking BMRI.  Tardi menuturkan, penguatan penetrasi layanan branchless banking  juga akan mengedukasi masyarakat dalammengelola keuangan dengan lebih bijak dan efisien sehingga, masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan, seperti penerapan layanan branchless banking disektor pertanian.

 

“Penggunaan layanan perbankan tanpa kantor melalui agen dapat membiasakan masyarakat. Contohnya, pembinaan yang dilakukan agen Bank Mandiri kepadamasyarakat petani dan kelompok-kelompok tani di wilayah Malang Jawa Timurdalam  menabung dan mengelola uang dengan baik. Hal ini tentu dapat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan setiap warga negara dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Tardi, dalam siaran pers,Senin(23/5/2016)

 

Selain sebagai fungsi edukasi, menurut Tardi, keberadaan agen bank ini juga menjadi mitra dan kepanjangan tangan bank dalam memfasilitasi berbagai transaksi perbankan.

 

“Pada level pengguna layanan atau nasabah dan untuk mempermudah mereka melakukan transaksi, Bank Mandiri memiliki aplikasi mandiri e-cash untuk memudahkan transaksi pembayaran mikro (micro payment). Aplikasi ini dapat digunakan masyarakat melalui telepon seluler tanpa perlu membuka rekening di cabang Bank Mandiri,” jelas Tardi.

 

Pembayaran mikro dimaksud, misalnya pembelian pulsa, token listrik ataupembayaran tagihan. Transaksi-transaksi tersebut relatif aman karena adanya PIN (Personal Identification Number).

 

Lebih jauh, jelas Tardi, layanan ini untuk mendukung pengembangan keuangan inklusif serta mendukung penyaluran dana bantuan Pemerintah (G2P) secara efektif. Agen bank ini diyakini dapat membantu masyarakat yang belum pernah berhubungan dengan bank (unbanked segment).

 

Mandiri e-cash merupakan aplikasi uang elektronik berbasis sosial yang bertujuan untuk mendorong penciptaan cash-less society. Aplikasi yang dapat diunduh di Google Play, App Store, Blackberry App World, Nokia Store atau melalui akses *141*6#  ini, menggabungkan layanan perbankan dengan sosial media yang dapat digunakan masyarakat yang telah menjadi nasabah maupun yang bukan nasabah Bank Mandiri. Pada aplikasi ini, nomor telepon seluler masyarakat menjadi nomor rekening.(red)

BACA JUGA:   BNI Raih IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025
Previous Post

Lego Buka Gerai ke-4 di Grand Indonesia

Next Post

OJK Mulai Khawatir Kenaikan Ratio Kredit Bermasalah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR