Jakarta, TopBusiness – Pada sesi penutupan perdagangan Senin (17/7/2023) awal pekan ini, indeks harga saham gabungan atau IHSG di lantai PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terkena aksi ambil untung alias profit taking.
Indeks komposit Jakarta negatif 2,43 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.867,144. Sebaliknya, sebanyak 45 jenis saham terlikuid dalam bentuk indeks LQ-45 plus 0,28 poin (0,03 persen) ke posisi 964,362.
Pelaku pasar modal di Indonesia akhirnya melepas saham-saham yang berharga mahal, tapi tetap mempertahankan saham-saham terlikuid. Sehingga terjadi profit taking.
Perdagangan di pasar reguler cenderung ramai dengan frekuensi saham mencapai 1.258.630 kali transaksi, senilai Rp 9,35 triliun dan volume sebanyak 20,04 miliar.
