
Jakarta, businessnews.id —Setelah dalam satu minggu ini IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengalami rapor hijau di mana terdapat kenaikan, minggu pertama Maret 2014 mendatang akan kembali mengalami koreksi negatif. Hal itu disebabkan oleh pengumuman neraca perdagangan Indonesia oleh Badan Pusat Statistik.
Menurut Head of Equity Research Mandiri sekuritas, John Rachmat, bahwa jika neraca perdagangan kembali negatif akan mengoreksi IHSG. “Saat ini IHGS masih di kisaran 4.600. Jika neraca perdagangan negatif lagi maka akan turun kembali,” kata dia di Jakarta hari ini.
Ditambahkannya, neraca perdagangan sangat memengaruhi pasar. Sehingga ia berharap neraca perdagangan mengalami surplus.
Penguatan IHSG seminggu ini, lanjut dia, disebabkan laporan neraca perdagangan di bulan November 2013 hingga Desember 2013 mengalami surplus.
Namun surplus tersebut lebih disebabkan oleh siasat dari pengusaha tambang mineral yang menggenjot eskpor di bulan-bulan tersebut. “Surplus itu lebih disebabkan oleh siasat pengusaha tambang dalam mengakali aturan terkait larangan ekspor biji mentah mineral di tahun 2014.”
Namun, karena larangan tersebut sudah berlaku, ia khawatir neraca perdagangan kembali mengalami negatif di bulan Januari dan Februari 2014 ini. (ZIZ)
EDITOR: DHI