Jakarta, TopBusiness—Tarif sewa dasar perkantoran di Jakarta, saat ini, belum pulih. Tarif tersebut belum mencapai level yang sama dengan masa pra-pandemi Covid-19.
“Diprediksikan bahwa, sampai akhir tahun 2023, tarif sewa dasar tersebut akan stagnan atau stabil,” kata Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto, hari ini dalam paparan hasil riset terbaru, yang berlangsung melalui jaringan internet.
Ferry mengatakan bahwa, kini, tarif dasar sewa perkantoran untuk kawasan CBD Jakarta di Rp245.625 tiap meter persegi. Adapun untuk kawasan non-CBD Jakarta, tarif tersebut di Rp175.965 tiap meter persegi.
Untuk perkantoran di area non-CBD Jakarta, dapat dikatakan bahwa intensitas pemulihan dari dampak pandemi tersebut lebih rendah ketimbang di area CBD Jakarta. “Bisa dikatakan bahwa situasi tenant market masih terjadi untuk saat ini. Dalam hal ini, untuk negosiasi harga sewa, para penyewa berposisi lebih baik,” Ferry mengatakan.
Di sepanjang kuartal dua 2023, ada tambahan pasokan baru gedung perkantoran Jakarta. Namun, karena jumlahnya tidak signifikan, pasokan baru tersebut belum terlalu berpengaruh kepada situasi pasar.
Riset Colliers memprediksikan bahwa, untuk tahun 2024 dan 2023, pasokan baru tersebut akan melambat. Untuk CBD Jakarta, malah diperkirakan bahwa tidak ada pasokan baru dari properti tersebut pada 2024, dan tahun 2025 barulah ada pasokan baru tersebut.
“Sebenarnya, untuk pasar perkantoran Jakarta [yang kini kelebihan pasokan], yang justru menjadi katalis pemulihan adalah pasokan yang terbatas,” demikianlah Ferry menganalisis.
Para pengembang properti perkantoran, untuk saat ini, lebih berkonsentrasi menyelesaikan penjualan proyek-proyek yang sudah ada. Jadi, tidak terburu-buru meluncurkan proyek baru. Hal itu berdasarkan pertimbangan bahwa, kini, bukan saat yang tepat untuk meluncurkan proyek baru perkantoran.
“Dan hal yang serupa terjadi untuk pasar apartemen Jakarta. Para pengembang lebih berhati-hati dalam meluncurkan proyek baru,” ia menambahkan.
