Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi melemah.
Penelitian Harian Samuel, Jumat, 21 Juli 2023 akhir pekan ini, dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul HSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup mixed pada Kamis (20/7). Dow Jones +0,47%, dan S&P 500 -0,68% diikuti Nasdaq -2,05%. Pasar AS bergerak cenderung melemah seiring dengan hasil 2Q23 dari Tesla dan Netflix yang jauh dibawah ekspektasi pasar dan The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar +25bps pada pekan depan.
Pasar komoditas terpantau bergerak menguat. Minyak naik 0,53% ke level USD 75,6/bbl, batubara tutup 0,0% di level USD 132,0/ton, nikel menguat 1,91% ke level USD 21.332 dan CPO menguat 3,92% di level MYR 4.047. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,35% ke level USD 2.011,4/toz.
Bursa Asia pada Kamis (20/7) ditutup cenderung melemah. Nikkei melemah 1,23%, Hang Seng 0,13%, dan Shanghai 0,92%.
IHSG ditutup menguat 0,50% ke level 6.864,2 dengan investor asing hari ini mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 593,1 miliar.Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 498 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 95,1 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BMRI (Rp 336,7 miliar), ICBP (Rp 85,6 miliar), dan BBNI (Rp 69 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh TLKM (Rp 134 miliar), GOTO (Rp 57,1 miliar), dan ASII (Rp 43,5 miliar). Top leading movers emiten BMRI, MDKA, BBNI, sementara top lagging movers emiten KLBF, ASII, GOTO.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,62% dan KOSPI 0,73%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
