TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Paku Tanduk Rusa Sapa Pengunjung AstraPay Sanur Village Festival 2023

Albarsyah
22 July 2023 | 12:11
rubrik: Finance
Paku Tanduk Rusa Sapa Pengunjung AstraPay Sanur Village Festival 2023

Jakarta, TopBusiness – Dunia tanaman hias semakin diperkaya dengan kehadiran Platycerium, yang juga dikenal sebagai paku tanduk rusa (staghorn fern).

Tanaman unik dengan bentuk eksotis ini telah menarik perhatian para pecinta tanaman di seluruh dunia. Dikenal karena daunnya yang mirip tanduk rusa, Platycerium telah menjadi tren dalam desain taman dan hiasan dinding.

Aneka tanaman keluarga Platycerium itu ikut disajikan dalam kegiatan AstraPay Sanur Festival 2023 yang diselenggarakan di Pantai Matahari Terbit, Sanur, Kota Denpasar, pada 19-23 Juli. Tanaman yang biasa tumbuh di daerah tropis itu disajikan dalam rupa kontes tanaman hias dengan puluhan aneka rupa Platycerium yang dipajang di salah satu sudut area hajatan tahunan Sanur itu. 

Platycerium berasal dari keluarga Polypodiaceae dan memiliki lebih dari dua ratus spesies dan banyak ditemukan di wilayah Asia, Australia, dan pulau-pulau Pasifik. 

Nama “Platycerium” berasal dari bahasa Yunani, di mana “platys” berarti lebar dan “keras” berarti tanduk, mengacu pada bentuk daunnya yang khas seperti tanduk rusa.

Dengan kepopulerannya sebagai tanaman dengan daun yang menyerupai tanduk rusa itu ternyata sangat banyak digemari oleh sejumlah masyarakat di Indonesia. Bukan hanya karena bentuknya yang unik tetapi juga nilai jual dari tanaman platycerium yang menguntungkan. Hal ini dialami langsung oleh salah satu pengunjung sekaligus pengoleksi lebih tanaman platycerium, yakni Kadek Nandika.

Mahasiswa Jurusan Pertanian, Universitas Warmadewa itu mengungkapkan salah satu koleksi platycerium yang ia miliki masuk di dalam kontes tanaman hias itu. “Saya sangat menggemari tanaman hias, namun dari seluruh tanaman hias yang ada untuk jenis platycerium ini yang menjadi favorit saya. Tidak hanya bentuknya yang bagus dan unik, tanaman ini juga memiliki nilai jual yang sangat menguntungkan dan cenderung lebih stabil. Tidak seperti tanaman pada umumnya yang memiliki nilai jual pada saat sedang trendnya saja,” kata remaja dengan panggilan NandikaNandika, dalam siaran pers.

BACA JUGA:   AstraPay Hadir di ADUJAK GenRe Nasional 2024

Tidak hanya hobi mengoleksi, Nandika, juga menjelaskan bahwa hasil koleksi yang ia miliki juga dijadikan bisnis. Melalui bisnis tersebut, dengan posisinya sebagai mahasiswa, Nandika sudah bisa mendapatkan keuntungan dari bisnisnya dengan omset perbulannya sampai dengan Rp50 juta. “Harga jual dari tanaman platycerium ini juga sangat bagus, untuk anaknya saja itu berkisar Rp 250 ribu sampai dengan Rp 3 juta, tapi kalau sudah dewasa harganya bisa sampai puluhan juta rupiah,” kata remaja yang memiliki lebih dari seratus koleksi tanaman platycerium.

Salah satu alasan utama kepopuleran Platycerium adalah bentuk daunnya yang unik dan mencolok. Tanaman ini memiliki dua tipe daun utama: sterile fronds dan fertile fronds. Sterile fronds berfungsi sebagai alas untuk menopang dan melindungi tanaman, sementara fertile fronds mengandung spora untuk reproduksi.

Sterile fronds Platycerium memiliki bentuk yang lebar, datar, dan menyerupai cangkang, dengan bagian bawahnya yang licin dan berwarna perak. Daun ini biasanya menempel pada pohon atau batu, dan inilah yang memberikan kesan tanduk rusa yang elegan dan mengesankan. Sementara itu, fertile fronds berbentuk menyerupai daun bunga dan memiliki warna yang lebih cerah daripada sterile fronds.

Bukan hanya bentuknya yang menarik, Platycerium juga dikenal karena perawatannya yang relatif mudah. Tanaman ini lebih suka tumbuh di tempat teduh atau setengah teduh dengan kelembaban yang tinggi. Penyiraman secara teratur dan pemupukan berkala membantu menjaga kesehatan tanaman ini. Tanaman staghorn fern tidak memerlukan media tanam dalam bentuk pot, melainkan biasanya ditanam pada potongan serat kelapa atau pohon yang diperkuat dengan jaring atau gantungan khusus.

Tags: AstraPay
Previous Post

SKK Migas – Eni North Ganal Ltd. Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi Geng North-1

Next Post

IHC Kampanye Lindungi Anak Dengan Hidup Bersih dan Sehat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR