Jakarta, TopBusiness—Per Juni 2023, SMF (Sarana Multigriya Finansial) punya 183 peraturan internal mengenai praktik GRC. Hal itu dikatakan oleh Direktur SMF, Bonai Subiakto, hari ini, dalam paparannya untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2023, yang digelar Majalah TopBusiness berkolaborasi dengan sejumlah lembaga.
Sebanyak 183 peraturan internal tersebut, Bonai mengatakan, merupakan bagian dari frame work penerapan GCG yang dipunyai SMF. Dalam frame work tersebut, ada ketentuan pemegang saham.
Kemudian, ada kebijakan internal perusahaan. Itu terbagi menjadi, pertama, kebijakan umum. Dan yang kedua adalah kebijakan internal perusahaan, yang terbagi lagi menjadi kebijakan umum dan pedoman. “Ada 20 cluster kebijakan internal. Contohnya adalah cluster tata kelola, dan lain-lain,” Bonai mengatakan.
Selanjutnya, ia menjelaskan sejumlah hal lain tentang implementasi GRC di SMF. Antara lain, dijelaskannya bahwa sosialisasi tata kelola perusahaan, berlangsung secara berkala. Sosialisasi tersebut tertuju kepada karyawan, manajemen, dan pemangku kepentingan lainnya.
Untuk organ pelaksanaan GCG, ada sejumlah organ pelaksana. Adapun organ pelaksana tersebut adalah, pertama, komite GCG. Sedangkan yang kedua adalah tim GCG perusahaan.
Pelaksanaan GCG di SMF mengacu kepada nilai-nilai perusahaan tersebut. Itu adalah sebagai berikut: integritas, sinergi, maju terdepan, dan fokus.
Untuk pengawasan terhadap praktik gratifikasi, SMF punya unit pengendalian gratifikasi, whistle blowing system (WSB). “SMF pun punya Tim Pengembalian Kerugian Negara (TPKN),” Bonai menjelaskan lagi.
Bagaimana dengan skor asesmen GCG di SMF? Bonai menjelaskan bahwa skor asesmen GCG di tahun 2022, adalah di 87,34 atau berarti ‘sangat baik’. Sedangkan di tahun 2021, skor tersebut juga ‘sangat baik’ atau persisnya di 86,92.
TI (teknologi informasi) pun digunakan SMF dalam praktik GRC. Hal itu tertuang dalam sebuah rencana kerja.
Ada sejumlah tahapan dalam hal tersebut, sedari 2019 hingga 2022. 2019 adalah fase transisi; 2020 merupakan tahap otomatisasi bisnis; 2021 adalah tahapan business intelligence; 2022 adalah fase otomatisasi tata kelola.
