TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Patah Tenggorokan Leher Karena Terjerat Kabel Fiber Optik

Albarsyah
27 July 2023 | 12:09
rubrik: HC
Patah Tenggorokan Leher Karena Terjerat Kabel Fiber Optik

           

Jakarta, TopBusiness – Seorang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur terancam masadepannya gara-gara terjerat kabel fiber optik yang melintang di Jalan Antasari Raya Cilandak Jakarta Selatan. Akibat peristiwa ini leher korban mengalami patah tenggorokan (fracture).

Peristiwa kecelakaan terjadi pada 5 Januari 2023 lalu sekitar pukul 10.35 WIB dan hingga kini korban masih terbaring lemah dengan kondisi memprihatikan.  Korban bernama Sultan Rifat Alfatih (20 tahun) masih bolak balik ke rumah sakit selama 7 bulan ini karena perawatan menggunakan BPJS.

Usai kejadian, Rifat, mahasiswa jurusan ilmu pemerintah ini, sempat koma selama 2 minggu dan dirawa di Rumah Sakit Fatmawati Cilandak Jakarta Selatan.

Menurut ayah korban, Fatih, peristiwa kecelaan terjadi saat anaknya yang masih semester lima ini, mengisi liburan ke rumah orang tuanya di Bintaro Tangerang Selatan. saat itu, Rifat mengendarai motor di Jalan Antasari Raya Jakarta Selatan, melaju. Tiba-tiba kabel fiber optik lepas kencang menjerat lehernya karena sebelumnya kabel tersebut tertarik dari pengendara mobil SUV yang berada di depannya dan lepas mengenai leher korban.

Pihak keluarga sudah menemui perusahaan pemilik kabel fiber optik tersebut dan berjanji akan menyelesaikan kasus ini, namun hingga 7 bulan berlalu belum ada titik temu, meski mediasi dengan perusahaan telah dilakukan.

“Kami masih menunggu itikad baik perusahaan pemilik kabel untuk menyelesaikan kasus ini,” ujar Fatih, Ayah korban.

Saat ini kondisi Rifat masih memprihatinkan dan telah 7 kali melakukan operasi di bagian leher yang mengalami patah batang tenggorokan (fracture). Selain itu, Rifat tidak mampu bicara karena masih menggunakan kanul yang ada di lehernya.

Untuk makan, korban menggunakan selang dari hidungnya, dan kesulitan menelan ludahnya sendiri. “Ada Trauma psikologi dan mengalami depresi  mental, untuk itu kami  meminta perhatian dan perawatan insentif untuk kesembuhan,” kata Fatih pilu.

BACA JUGA:   Manuver Menteri Hanif Percepat Sertifikasi Kompetensi MEA
Tags: Kecelakaan
Previous Post

Hotel Horison Ultima Kertajati Siap Layani Pengunjung

Next Post

Kolaborasi dan Kemudahan Berinvestasi Diperlukan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR