Jakarta-Thebusinessnews. Bank Indonesia berencana akan kembali melonggarkan kebijakan Loan to Value (LTV).Hal itu disebabkan kebijakan pelonggaran LTV tahun lalu di rasa kurang berdampak pada pertumbuhan kredit properti.
“Dampak pelonggaran LTV yangkami keluarkan Nopember 2015 tidak terlalu signifikan untuk mendorong pertumbuhan kredit perumahan,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Makro Prudential Bank Indonesia, Yati Kurniati di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat ( 27/5/2016).
Ia menilai kebijakan pelonggaran LTV keluar disaat laju pertumbuhan ekonomi melambat. Hal itu ditandai dengan angka belanja rumah tangga yang menurun.
Tercatat pertumbuhan KPR dikuartal I/2016 sebesar delapan persen menjadi Rp 345,9 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding kuartal I/2015 sebesar 12,5 persen menjadi Rp 320,4 triliun.
Sedangkan Real Estate Indonesia (REI) mencatat, pada kuartal I tahun 2016 kinerja perumahan kelas atas turun 30 persen jika dibandig tahun 2015.(az)