Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi melemah.
Penelitian Harian Samuel, Rabu, 2 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Pada penutupan Selasa kemarin, pasar AS bergerak menyamping. Dow Jones menguat 0,2%, S&P 500 melemah 0,27%, dan Nasdaq -0,43%. Bulan Agustus pasar dimulai dengan sesi yang lambat karena investor masih mengumpulkan kumpulan hasil laporan pendapatan perusahaan dan berbagai data ekonomi.
Pasar komoditi terpantau menyamping pada Selasa kemarin. Minyak WTI -0,53% ke level USD 81.37/bbl, diikuti brent 0,61% ke level USD 84.9/bbl, harga batubara melebur 1,45% di level USD 138,9/ton, begitu juga nikel melemah 0,06% ke level USD 22.293 dan sebaliknya CPO +0,34% ke level MYR 3.847. Harga emas terpantau menguat 0,31% ke level USD 1.950/toz.
Bursa Asia bergerak sideways pada Selasa kemarin. Kospi menguat 1,31%, Nikkei +0,92%, sebaliknya Hang Seng melemah 0,34%, dan Shanghai flat 0,0%.
IHSG ditutup melemah 0,65% ke level 6.886,5. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga ikut melemah 0,98% ke level 208,3. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 386,9 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 500,6 miliar, dan negosiasi pasar mencatatkan net buy asing Rp 113,7 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BBNI (Rp 376,5 miliar), TLKM (Rp 73 miliar), dan BBCA (Rp 66,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat BBRI (Rp 103,8 miliar), KLBF (Rp 63 miliar), dan ANTM (Rp 32,4 miliar). Adapun top sector loser hari ini adalah sektor IDXHLTH, dan tidak ada pemenang sektor atas. Top leading movers emiten adalah AMRT, BBRI, TLKM, sementara top lagging movers emiten adalah BYAN, BMRI, KLBF.
Pagi ini Nikkei melemah 1,5% dan KOSPI 0,4%. “Kami melemahnya IHSG berpotensi melemah pada hari ini, seiring dengan beragamnya sentimen dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
