Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT Len Industri (Persero) induk holding BUMN industri Pertahanan DEFEND ID yaitu Bobby Rasyidin turut dalam rombongan Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menerima kunjungan dari Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman Al Saud, dan delegasi. Pangeran Khalid diterima oleh Menhan Prabowo di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (1/8).
Selain Bobby, turut hadir pula direktur utama dari anggota DEFEND ID lainnya seperti Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, dan Direktur Utama PT Dahana Wildan Widarman. Dalam acara penyambutan Pangeran Khalid, Menhan Prabowo memberikan kesempatan kepada Dirut PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin untuk memberikan paparan mengenai DEFEND ID.
“Yang Mulia Pangeran Khalid, Menteri Pertahanan Arab Saudi, DEFEND ID merupakan sebuah holding industri pertahanan yang beranggotakan PT Len Industri (Persero), PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Pindad. Peluncuran DEFEND ID sendiri dilakukan pada April 2022 oleh Presiden RI Joko Widodo,” kata Bobby Rasyidin.
“Yang Mulia, DEFEND ID mempunyai visi sebagai industri pertahanan Indonesia yang kuat, mandiri, kompetitif, berdaya saing dan juga terdepan di pasar global. Len Industri juga mempunyai peran yang cukup strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” lanjut Dia.
Lalu ditambahkan Bobby, kesejahteraan masyarakat Indonesia yang ditingkatkan melalui produk-produk energi terbarukan. Tak hanya itu saja, Len Industri turut serta menjaga kedaulatan negara dengan produk-produk pertahanan, transportasi, dan ICT (Information & Communication Technology).
“Kita juga produksi medium range radar, starstreak, gunnery firing range, tactical datalink, dan communication system,” ucap Bobby Rasyidin.
Upaya yang dilakukan Len dan DEFEND ID adalah untuk mencapai target yang didukung oleh Presiden RI JokoWidodo, yakni menjadi bagian dari Top 50 Global Defence Company di tahun 2024.
Selain itu, Bobby menjelaskan saat ini terdapat 52 mitra strategis dari 18 negara di dunia yang dimiliki oleh DEFEND ID. Seperti di sektor pertahanan ada Airbus, Thales, KAI, Babcock, Bofors dan juga Avibras.
“Yang non pertahanan, Kami ada mitra seperti Boeing, BPPT, HIMA, dan ada pula Pupuk Indonesia,” tutur Bobby Rasyidin.
