Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi sideways.
Penelitian Harian Samuel, Senin, 8 Agustus 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Pada penutupan Jumat lalu (4/8), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones melemah 0,43%, Indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah 0,36%. S&P 500 dan Nasdaq turun pada hari Jumat berturut-turut, karena para traders tampaknya mengambil keuntungan setelah rilisnya laporan pendapatan perusahaan terbaru dan data pekerjaan AS.
Pasar komoditas terpantau menguat pada Jumat (4/8) kemarin. Minyak WTI menguat 1,56% ke level USD 82,82/bbl, diikuti brent 1,1% ke level USD 86,2/bbl, harga batubara +0,11% di level USD 137/ton, nikel melemah 1,29% ke level USD 21.329 dan CPO menguat 1,07% ke level MYR 3.865. Harga emas terpantau menguat 0,37% ke level USD 1.976/toz.
Bursa Asia bergerak sideways pada Jumat (4/8) kemarin. Kospi melemah 0,09%, Nikkei menguat 0,1%, menyusul Hang Seng 0,61%, dan Shanghai 0,23%.
IHSG ditutup melemah 0,66% ke level 6.852,8. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga ikut melemah 0,43% ke level 206,9. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 469 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 545,9 miliar, dan pasar negosiasi mencatatkan net buy asing Rp 76,9 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi BBRI (Rp 226,5 miliar), BBCA (Rp 153,1 miliar), dan TLKM (Rp 113,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat BBNI (Rp 51,7 miliar), ASII (Rp 31,9 miliar), dan BMRI (Rp 19,1 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXPROP, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXTECH. Top leading movers emiten adalah DSSA, STTP, ADRO, sementara top lagging movers emiten adalah BBRI, BYAN, BBCA
Pagi ini Nikkei menguat 0,1% dan KOSPI melemah 0,1%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian sebut penelitian.
