Jakarta, TopBusiness—Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2023 mendapatkan surplus USD1,31 miliar. Di situ, nilai ekspor di Juli di USD20,88 miliar. Sementara itu, nilai impor di USD19,57 miliar. Hal itu dipaparkan dalam rilis data neraca perdagangan, dari Badan Pusat Statistik RI (BPS), hari ini.
Di situ, dijelaskan bahwa surplus neraca perdagangan tersebut terutama berasal dari sektor nonmigas. Namun, tereduksi oleh defisit sektor migas.
Ekspor nonmigas Juli 2023 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu USD4,93 miliar. Kemudian, disusul Amerika Serikat USD2,03 miliar dan India USD1,82 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,70 persen.
Sementara itu, ekspor ke Asean dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$D,60 miliar dan USD1,27 miliar.
