
Jakarta, businessnews.id —Dalam waktu tiga tahun mendatang, negara maju diharapkan melakukan investasi pada sektor infrastruktur di negara berkembang. Namun, negara berkembang harus memerbaiki iklim investasinya. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan RI M. Chatib Basri, di Jakarta (25/2).
Menurut Chatib, pentingnya agenda itu karena G 20 mendorong masuk arus dana ke negara berkembang ke sektor Infrastruktur. Agenda ini telah lama diperjuangkan Indonesia di dalam forum G 20. “Dimulai di working group di Meksiko, dilanjutkan working group Indonesia-Jerman di Moskow, dan sekarang jadi agenda G20.”
Rencananya, arus dana masuk tersebut berupa foreign direct investment (FDI) dengan bunga yang rendah. Untuk itu, dalam waktu tiga tahun mendatang, negara berkembang diberi kesempatan untuk memerbaiki iklim investasi
Menteri Chatib Basri pun menjelaskan, rencana negara G 20 untuk saling memberi data perbankan guna kebutuhan perpajakan, untuk menghindari penghindaran pajak dengan cara menempatkan dana di sebuah bank negara tax heaven.
Rencana dari pertukaran data nasabah perbankan untuk kebutuhan perpajakan itu akan mulai diberlakukan pada tahun 2015 mendatang.
“Dengan perjanjian itu, kerahasiaan bank bisa dilonggarkan untuk kepentingan pajak .” (ZIZ)