Jakarta, TopBusiness—Praktik GRC (governance, risk management, and compliance) serta ESG (environmental, social, and governance) sangat membantu PT Indo Tambangraya Megah, Tbk., dalam melakukan transformasi bisnis ke depan. Dalam hal itu, business sustainability bisa dicapai melalui ESG sebagai sebuah platform.
“Dan dalam hal tersebut, praktik GRC menjadi ‘kendaraan’ untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik,” kata Direktur Utama Indo Tambangraya Megah, Mulianto, hari ini, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top GRC Awards 2023, yang digelar secara online oleh Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga.
Mulianto menjelaskan, Indo Tambangraya sangat menyadari bahwa sustainability dan ESG perlu dijadikan fokus oleh sebuah perusahaan. Dari situ, pertumbuhan bisnis bisa terjadi. Sekaligus ada kebermanfaatan lebih, untuk masyarakat dan dunia.
“Ada yang menarik dari sebuah survei gelaran Gartner di Maret 2023. Di situ, disebutkan bahwa fokus ke sustainibility, bisa membawa ke pertumbuhan bisnis,” kata Mulianto.
94% responden dalam survei tersebut, ia menambahkan, percaya bahwa investasi ke arah sustainability bisa membuat sebuah perusahaan lebih paralel dengan regulasi. Adapun sebanyak 96% dari responden survei tersebut meyakini bahwa investasi untuk sustainability bisa meningkatkan reputasi bisnis perusahaan, dan lain-lain sejenisnya.
“Kami ingin menjadi perusahaan energi yang fokus ke sustainability, dan inovatif,” Mulianto menegaskan.
Untuk hal tersebut, Indo Tambangraya Megah bahkan telah mengubah visi perusahaan. Dalam hal tersebut, visi perusahaan diubah agar aspek sustainability menjadi bagian dari visi tersebut.
Kemudian, dalam presentasi tersebut, Mulianto juga mencontohkan strategi dekarbonisasi yang dipunyai Indo Tambangraya Megah. Perusahaan tersebut punya langkah mereduksi emisi. Ini dengan cara efisiensi energi, dan mencari energi subsitusi.
Adapun yang kedua adalah langkah removal enchancement. Di sini, ada langkah penyerapan karbon dan new greener business.
