TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berikut, 3 Isu Ekonomi Prioritas Asean Saat Ini

Achmad Adhito
28 August 2023 | 09:47
rubrik: Ekonomi
Laba Unilever Naik 30,1% Karena Jual Aset

Ilustrasi bisnis yang meningkat. Sumber Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Di bawah Keketuaan Asean Indonesia, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia menyelenggarakan the 10th ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM), pada 25 Agustus 2023 di Jakarta.

Keketuaan ini dipegang oleh Indonesia ketika dunia sedang menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, dan politik yang berakibat pada penundaan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Dalam keterangan tertulis dari Bank Indonesia (BI) akhir pekan kemarin, dijelaskan bahwa Asean di bawah keketuaan Indonesia harus mampu merumuskan kebijakan dan strategi bersama yang mampu menjawab tantangan- tantangan tersebut. Sekaligus melanjutkan upaya-upaya perbaikan isu-isu fundamental yang berdampak pada kemajuan kawasan jangka panjang.

Pertemuan kali ini merupakan pertemuan lanjutan yang bertujuan untuk memantau dan memperbarui perkembangan berbagai capaian dalam Priority Economic Deliverables (PED) dan untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang menjadi perhatian utama bagi negara-negara anggota Asean.

Tiga PED di bawah kerangka kerja sama sektor keuangan terdiri dari (i) mendorong pemulihan dan memastikan stabilitas dan ketahanan keuangan dan ekonomi (Recovery-Rebuilding); (ii) memajukan konektivitas pembayaran, mendorong literasi, dan inklusi keuangan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif (Digital Economy); dan (iii) mempromosikan pembiayaan transisi untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau (Sustainability).

Keterangan tersebut menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Asean terus menjadi “bright” dan “rare” spot di ekonomi global. Ekonomi Asean diprediksi tumbuh 4,5% tahun ini, lebih tinggi dari pertumbuhan global. Sementara, inflasi diperkirakan akan tetap tinggi di beberapa negara anggota Asean, namun relatif lebih rendah dibandingkan dengan kawasan lain.

“Asean telah mampu menjaga tingkat suku bunga dan depresiasi nilai tukar di kawasan di tengah peningkatan suku bunga global. Fundamental ekonomi ini menunjukkan ketahanan Asean terhadap guncangan global serta konsistensi perkembangan ekonomi kawasan untuk menjadi pusat pertumbuhan (epicentrum of growth),” demikian dijelaskan dalam keterangan tersebut.

BACA JUGA:   Tren Realisasi Investasi Jepang Cukup Baik
Tags: afmgmkerjasama asean
Previous Post

Puluhan Perusahaan IPO hingga akhir Tahun, Ini Kiat Beli Sahamnya

Next Post

Laba Naik 147 Persen, Kinerja JIEP 2023 Masih On Track

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR