Jakarta, TopBusiness – Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 0.13%, akan tetapi disertai dengan net sell asing Rp248 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, ADRO, INDF, dan TLKM.
Pada perdagangan hari ini, menurut, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, IHSG berpotensi koreksi pada hari ini, setelah kemarin gagal tembus 7000. “Level support berada 6930-6950 dan resistance 7000-7010,” katanya, Kamis (31/8/2023).
Wall Street mengalami penguatan. Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sebesar 0,11%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik sebesar 0,38%, sementara indeks Nasdaq turut menguat sebesar 0,54%.
Saham Nvidia naik hampir 1% begitu juga dengan saham Apple yang menguat hampir 2% sehari setelah perusahaan mengirimkan undangan untuk acara peluncuran tanggal 12 September.
ADP employment change untuk Agustus 2023 mencapai 177.000, di bawah ekspektasi. Selain itu pertumbuhan ekonomi 2Q23 direvisi turun menjadi 2,1% QoQ dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,4% QoQ.
Bursa Asia Pasifik mengalami kenaikan. Kemarin sebagian besar bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami kenaikan mengikuti penguatan bursa AS pada malam sebelumnya. Di antara yang mencatat kenaikan signifikan adalah bursa Australia (S&P/ASX 200) dengan penguatan 1,21%.
Di sisi lain Hang Seng turun tipis. Australia melaporkan inflasi Juli 2023 sebesar 4,9% YoY, di bawah perkiraan. Jepang melaporkan keyakinan konsumen sebesar 36,2 untuk Agustus 2023, di bawah ekspektasi.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Kamis (31/8):
1. ARTO: Buy on Weakness
Support di 2290, cutloss jika break di bawah 2150. Jika tidak break di bawah 2150, potensi naik ke 2350-2390 short term.
2. SMRA: Spec Buy
Support di 675, cutloss jika break di bawah 650. Jika tidak break di bawah 650, potensi naik ke 700-710 short term.
3. SMGR: Spec Buy
Support di 6850, cutloss jika break di bawah 6750. Jika tidak break di bawah 6850, potensi naik ke 6975-7075 short term.
4. MAPA: Spec Buy
Support di 800, cutloss jika break di bawah 785. Jika tidak break di bawah 800, potensi naik ke 825-835 short term.
5. DRMA: Spec Buy
Support di 1500, cutloss jika break di bawah 1450. Jika tidak break di bawah 1500, potensi naik ke 1570-1620 short term.
6. IMAS: Spec Buy
Support di 1850, cutloss jika break di bawah 1760. Jika tidak break di bawah 1850, potensi naik ke 1950-2000 short term.
