Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi melanjutkan pelemahan.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 7 September 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan.
Pada perdagangan semalam (6/9) bursa AS ditutup melemah. Dow Jones turun 0,57%, diikuti S&P 500 0,70% dan Nasdaq 1,06%. Pelemahan terjadi karena meningkatnya kekhawatiran bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga di bulan ini serta meningkatnya yield US Treasury 2Y sekitar 6bps dan diperdagangkan diatas 5%.
Dari pasar komoditas ditutup cenderung melemah. Minyak naik 0,88% ke level USD 87,86/bbl, emas turun 0,48% ke level USD 1.942,20/toz, nikel turun 0,72% ke level USD 20.591,50, batubara turun 2,01% ke level USD 163/ton dan CPO turun 0,49% ke level MYR 3.882.
Pada perdagangan kemarin, bursa regional ditutup mixed. Nikkei naik 0,62%, Hangseng turun 0,04% dan Shanghai naik 0,12%.
IHSG juga ditutup turun 0,06% ke level 6.995,95 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 17 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 79,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 62,5 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 151,4 miliar), MBMA (Rp 43,1 miliar), dan JSMR (Rp 32,7 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan TLKM (Rp 134,2 miliar), AKRA (Rp 31,5 miliar), dan ASII (Rp 31,2 miliar). Top leading movers emiten TLKM, AMMN, ADRO, sementara top lagging movers emiten BBRI, BBCA, BMRI.
Pagi ini bursa regional dibuka melemah, Kospi turun 0,33% dan Nikkei 0,36%. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini seiring dengan sentimen bursa global dan regional,” demikian tertulis.
