Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0,29%, disertai dengan net sell asing ~144 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, ASII, BBRI, GOTO, dan INDF.
Untu perdagangan hari ini, Jumat (22/9/2023), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan, “IHSG diperkirakaan akan begerak sideways cenderung melemah dengan support 6950 dan resistance 7021.”
Wall Street mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah sebesar 1,08%, begitu juga dengan S&P 500 yang turun sebesar 1,64%, sementara indeks Nasdaq terkoreksi sebesar 1,82%.
Investor mulai khawatir bahwa lawmakers tidak akan mampu mencegah government shutdown. Initial jobless claims AS untuk minggu yang berakhir tanggal 16 September 2023 mencapai 201.000, di bawah perkiraan. Yield Treasury AS 10 tahun menyentuh level tertinggi sebesar 4,494%.
Bursa Asia Pasifik mencatat pelemahan. Kemarin seluruh bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami koreksi mengikuti pergerakan bursa AS pada malam sebelumnya.
Meskipun Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir, lembaga tersebut mengindikasikan kenaikan suku bunga satu kali lagi pada tahun ini.
Di antara yang mencatat penurunan terdalam adalah Nikkei, Hang Seng dan Kospi. Bank Indonesia mempertahankan 7DRRR di level 5,75% (sesuai perkiraan). Hong Kong mempertahankan suku bunga di level 5,75%.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Jumat (22/9):
1. SMRA: Buy on Weakness
Support di 575, cutloss jika break di bawah 560. Jika tidak break di bawah 560, potensi naik ke 600-620 short term.
2. WIIM: Spec Buy
Support di 2470, cutloss jika break di bawah 2440. Jika tidak break di bawah 2440, potensi naik ke 2500-2580 short term.
3. BRPT: Spec Buy
Support di 2480, cutloss jika break di bawah 2450. Jika tidak break di bawah 2450, potensi naik ke 2500-2560 short term.
4. KEEN: Spec Buy
Support di 1030, cutloss jika break di bawah 1000. Jika tidak break di bawah 1000, potensi naik ke 1060-1120 short term.
5. INKP: Spec Buy
Support di 10800, cutloss jika break di bawah 10400. Jika tidak break di bawah 10400, potensi naik ke 11200-1500 short
term.
6. FREN: Spec Buy Support di 56, cutloss jika break di bawah 54. Jika tidak break di bawah 54, potensi naik ke 58-61 short term.
