Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi bergerak melemah.
Penelitian Harian Samuel, Jumat, 22 September 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah
Pada perdagangan semalam (21/9) bursa AS ditutup melemah. Dow Jones turun 1,08%, S&P 500 1,64% dan Nasdaq 1,82%. Penurunan terjadi seiring dengan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga dari The Fed di tengah kenaikan suku bunga UST10Y.
Dari pasar komoditas kemarin di tutup melemah. Minyak turun 0,72% ke level USD 89,6/bbl, emas 0,60% ke level USD 1.939,6/ toz, nikel 2,12% ke level 19.168, batubara 0,16% ke level 160,5/ ton, dan CPO 1,10% ke level MYR 3.677.
Pasar regional pada perdagangan kemarin (21/9) ditutup turun, Nikkei melemah 1,37%, Hang Seng 1,29% dan Shanghai 0,77%.
Kemarin, IHSG juga ditutup melemah 0,29% ke level 6.991,5 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 144,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 97,8 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 47 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BMRI (Rp 86,5 miliar), ASII (Rp 66,8 miliar), dan BBRI (Rp 37,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan AMMN (Rp 60,2 miliar), BBCA (Rp 46,9 miliar), dan MEDC (Rp 39,7 miliar).Top leading movers emiten KLBF, BYAN, MSIN, sementara top lagging movers emiten BMRI, ASII, GOTO.
Pagi ini bursa regional ditutup turun, Nikkei 1,28%, Kospi 0,91%. “Kami perkirakan IHSG bergerak melemah hari ini seiring dengan sentimen global, regional serta pasar komoditas,” demikian hasil penelitian.
