Jakarta, TopBusiness – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui bahwa transformasi digital di Indonesia masih dominan dilakukan di sektor hilir terutama kalangan UMKM.
Sedangkan di sektor hulu seperti industri manufaktur masih belum banyak melakukan transformasi digital, sehingga produk RI kalah saing dengan produk China.
Kondisi ini pula yang membuat tranformasi digital di Tanah Air belum melahirkan ekonomi baru. “Akibatnya, transformasi digital ini hanya melahirkan para pedagang baru yang menjadi pesaing pedagang lama. Ini membuat kue ekonomi tidak membesar namun yang harus dibagi semakin banyak,” kata Teten dalam UMKM Digital Summit 2023 di Jakarta yang dikutip, Jumat (22/9/2023).
Berbeda dengan di China yang dinilai telah sukses menciptakan ekonomi baru lewat transformasi digital. China berkembang pesat menjadi negara maju, karena transformasi digital mereka sukses membangun industri manufaktur mereka jauh lebih produktif, efisien dan lebih bagus kualitasnya.
Teten melihat saat ini belum banyak industri manufaktur yang menggunakan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produktivitas pabriknya. Padahal, teknologi digital bisa dimanfaatkan guna memproduksi barang agar lebih efisien, kompetitif, dan memiliki standar kualitas sama.
“Transfer teknologi digital tidak hanya sebatas pada cara berjualan di loka pasar, menampilkan foto menarik di etalase hingga pengemasan. Paling-paling UMKM dilatih teman e-commerce cara jualan, jangan dianggap suatu kemewahan. Itu saya sebut, bukan transfer teknologi ke UMKM,” tuturnya.
