TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Industri Kecil Harus Terus Olah Kedelai Jadi Tempe

Achmad Adhito
28 September 2023 | 12:10
rubrik: Business Info
Industri Kecil Harus Terus Olah Kedelai Jadi Tempe

Sumber Foto: Wikipedia

Jakarta, TopBusiness—Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin), Reni Yanita, mengungkapkan bahwa industri pengolahan kedelai menjadi produk tempe, memiliki pangsa pasar yang harus dimaksimalkan oleh pelaku IKM.

“Sebab termasuk jenis makanan yang dapat diterima oleh hampir semua kalangan masyarakat,” kata Reni melalui keterangan tertulis hari ini.

Berdasarkan data BPS RI (Badan Pusat Statistik), pada tahun 2022 rata-rata konsumsi tahu per kapita per tahun adalah sebesar 7,7 kg, sedangkan rata-rata konsumsi tempe per kapita per tahun adalah sebesar 7,3 kg. “Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia gemar mengonsumsi tahu tempe dikarenakan harga yang terjangkau serta kandungan gizi yang menyehatkan,” ungkapnya.

Apabila melihat bahan baku tempe yang berbahan dasar kacang kedelai, Reni menyampaikan, kacang kedelai yang diolah menjadi produk tahu dan tempe mencapai 90 persen. Adapun sisanya diolah menjadi produk olahan pangan lainnya seperti kecap, tauco dan lainnya. Sehingga dapat menjadi gambaran besarnya nilai ekonomi dari para industri produsen tahu dan tempe.

“Hal ini juga dikarenakan cara pengolahan yang mudah, mesin dan peralatan yang sederhana sehingga tahu tempe banyak diproduksi di seluruh pelosok tanah air, namun tetap dominan berada di Pulau Jawa, terbanyak di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur, dan sebagian besar pelaku merupakan skala kecil,” terang Reni.

Di sisi lain, produsen tahu tempe juga harus meningkatkan kualitas tahu tempe yang dihasilkannya, termasuk juga memperhatikan kebersihan dan higienis dalam proses produksi agar mampu memenuhi standar internasional dan dapat diterima masyarakat dunia.

Meskipun demikian, Reni mengatakan, dalam proses pengembangan IKM tahu dan tempe terdapat beberapa tantangan seperti ketersediaan bahan baku yang fluktuatif, adopsi teknologi yang masih rendah dalam proses produksi, kurangnya penerapan standardisasi dan sistem keamanan pangan, serta adanya potensi pencemaran lingkungan dari limbah industri.

BACA JUGA:   IKM Ini Ada yang Pemasok Piala MotoGP

“Namun, mengingat tahu tempe merupakan makanan yang tidak bisa dilepaskan dari masyarakat Indonesia, Kemenperin melalui Ditjen IKMA terus melakukan upaya untuk meningkatkan dan mendukung produksi tahu tempe yang lebih efisien dan lebih higienis dengan meningkatkan kapasitas pelaku IKM tahu tempe melalui pentingnya menjaga mutu, kehigienisan proses produksi dan diversifikasi produk, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan,” paparnya.

Reni juga menambahkan bahwa bentuk pembinaan yang dilakukan Kemenperin dalam membina IKM tahu tempe di antara itu melalui Pembangunan dan Revitalisasi Sentra IKM melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sentra tahu tempe melalui revitalisasi tempat produksi, permesinan dan peralatan, hingga pembangunan sarana IPAL.

“Selain itu kami juga mendorong penerapan industri hijau melalui kegiatan pendampingan produksi bersih dan pengolahan limbah, penerapan program restrukturisasi mesin peralatan, peningkatan sistem keamanan pangan dan akselerasi bisnis melalui program IFI,” jelasnya.

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kemenperin, Yedi Sabaryadi turut menyampaikan bahwa Ditjen IKMA telah melakukan berbagai pembinaan bagi IKM Rumah Tempe Azaki.

“Tempe Azaki adalah salah satu IKM binaan Ditjen IKMA yang telah difasilitasi beberapa program, diantaranya bimbingan, pendampingan, dan sertifikasi HACCP dan fasilitasi Business Forum dan One on One Meeting Dubai Expo 2020 serta fasilitasi booth pada pameran Food Hotel Indonesia 2023 untuk dapat memperluas pemasaran lokal maupun global,” terang Yedi.

Tags: ikm tempekemenperinrumah tempe azaki
Previous Post

Transaksi Bilateral RI-Tiongkok Terus Utamakan Mata Uang Masing-masing

Next Post

Kementerian PUPR Tata Ulang Taman Jokowi-Iriana dan Taman Jusuf Kalla di Kaimana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR