Jakarta, TopBusiness – PT BPD Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel menyadari benar bahwa pengembangan sumber daya manusia atau SDM dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor utama dalam rangka menciptakan roda bisnis di industri perbankan, serta sekaligus mengantisipasi persaingan di masa yang akan datang.
Saat memberikan paparan materi presentasi berjudul “Transformation of Human Capital Management System to accelerate the Sustainable Business Growth”, di hadapan Dewan Juri TOP HUMAN CAPITAL Awards 2023, Muhammad Zulkarnain sebagai Kepala Divisi Perencanaan dan Kinerja, menyatakan pihaknya mempunyai grand strategy terkait dengan SDM.
“Di dalam grand strategy itu ada dua. Pertama adalah human capital development. Kemudian, yang kedua adalah IT development. Nah kami menyadari bahwa dua hal ini adalah faktor utama dalam mengembangkan bank ke depan, terutama di dalam mengantisipasi faktor persaingan,” kata Zulkarnain yang didampingi Noviar Ridhoni selaku Kepala Divisi Human Capital, melalui sambungan jaringan aplikasi rapat zoom, di Jakarta, hari ini.
Dikatakan dia, pihaknya pun mempunyai tiga fokus strategi bisnis guna mencapai grand strategy tersebut. “Nah di dalam melaksanakan kedua grand strategy ini, kita punya tiga fokus strategi. Yang pertama, kita optimalisasi di-revenue, nanti ada KPI. Strategi kedua, adalah cost efficiency. Cost efficiency di-delivered, bukan hanya mengenai cost efficiency-nya tapi juga cost cutting, apabila itu diperlukan nantinya. Dan strategi fokus ketiga, itu adalah NPL. NPL ini mempengaruhi di dua sisi baik pendapatan maupun biaya. Oleh sebab itu, salah satu indikator yang sangat penting kami jaga sampai sekarang, itu adalah perkembangan NPL. Nah, ketiga fokus itulah yang mencerminkan sebagus apa kinerja bank yang telah dicapai saat ini,” papar dia.
Sebagaimana diketahui, Bank Kalsel mempunyai tiga fokus strategi bisnis. Pertama, mengoptimalkan pendapatan untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan profitabilitas. Kedua, menjaga tingkat efisiensi terutama dalam mengurangi biaya dana dengan menjaga komposisi dana murah pada tingkat ideal dan menjaga pos-pos biaya sesuai skala prioritas. Terakhir, menjaga kualitas kredit yang baik dengan meningkatkan selektivitas penyaluran kredit kepada sektor dan debitur berkualitas serta memaksimalkan upaya penyehatan dan/atau penyelamatan kredit.
Sejatinya, apa-pun yang diusahakan oleh Bank Kalsel dengan ditopang kemampuan dan profesionalitas sumber daya manusia yang tak terlepas dari visi perseroan, yang tak terlalu jauh berbeda dengan visi BPD-BPD lainnya. Visi Bank Kalsel adalah menjadi bank yang kuat, kompetitif dan berkontribusi untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional.
“Kita dapat melihat visi Bank Kalsel. Ini sebenarnya tidak terlalu jauh dengan BPD-BPD lain, dimana Bank Kalsel memang dituntut untuk meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian daerah,” kata Zulkarnain.
Dia lalu menjabarkan terkait visi Bank Kalsel. ”Di sini, visi kita adalah menjadi bank yang kuat, kompetitif dan berkontribusi untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional. Jadi kalau kita teliti dari kalimat ini, bank yang kuat itu nanti indikatornya adalah capital rasio kita. Kemudian kompetitif. Ini bisa dilihat untuk mencapai kompetitif. Jadi kompetitif ini biasanya kita arahkan ke perkembangan bisnis, termasuk market share secara regional,” ungkapnya.
Dan kemudian, lanjut Zulkarnain, ada kalimat ketiga di sana adalah kontribusi. ”Nah kontribusi, ini nanti di indikator. Itu tercermin dari perkembangan dividen yang kita bagikan kepada pemegang saham, serta hal-hal lain termasuk CSR, kemudian jasa giro pada pemda. Itu kontribusi yang pertama. Kemudian, kontribusi kedua, peran kita adalah di dalam pengembangan UMKM. Itu yang menjadi fokus utama kita,” imbuh dia.
