Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi sideways.
Penelitian Harian Samuel, Senin, 2 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Sideways.
Pada penutupan Jumat lalu (29/9), pasar AS bergerak sideways. Dow Jones melemah 0,47%, dan S&P 500 0,27%, sebaliknya Nasdaq menguat 0,14%. Pasar AS melemah akibat kekhawatiran mengenai kemungkinan penutupan pemerintahan, yang dapat merugikan perekonomian AS yang sudah melambat (walaupun para legislator AS akhirnya dapat mencapai kesepakatan sementara pada hari Sabtu, untuk mencegah penutupan tersebut).
Pasar komoditas terpantau melemah pada Jumat (29/9) kemarin. Minyak WTI melemah 1,11% ke level USD 90,79/bbl, diikuti Brent 0,07% ke level USD 95,3/bbl, harga batubara 2,66% di level USD 156,4/ton, nikel 1,79 ke level USD 18.703 dan CPO 0,19% ke level MYR 3.766. Demikian juga emas terpantau melemah 0,89% ke level USD 1.866/toz.
Bursa Asia bergerak sideways pada Jumat (29/9) kemarin. Kospi tutup, Nikkei melemah 0,05%, Hang Seng menguat 2,51%, dan Shanghai tutup.
IHSG ditutup menguat 0,03% ke level 6.939,9. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,11% ke level 217,0.
Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 762,9 miliar. Pada pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 302,8 miliar, dan pasar negosiasi mencatatkan net sell asing Rp 460,1 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi BBCA (Rp 356,7 miliar), BMRI (Rp 147,5 miliar), dan MEDC (Rp 70,9 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat AMMN (Rp 110,1 miliar), BBNI (Rp 83,4 miliar), dan TLKM (Rp 74 miliar). Selain itu, top sector gainer adalah sektor IDXTRANS, sementara yang menjadi top sektor loser datang dari IDXBASIC. Top leading movers emiten adalah AMMN, BBNI, TLKM, sementara top lagging movers emiten adalah BRPT, MDKA, BBCA.
Pagi ini Nikkei menguat 1,6%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi sideways pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian isi laporan.
