Jakarta, TopBusiness—Hingga September 2023, Pertamina telah membangun lembaga penyalur BBM Satu Harga di 472 lokasi, yakni sebanyak 71 titik di Sumatera, 5 titik di Jawa dan Bali, 96 titik di Kalimantan, 70 titik di Maluku, 87 titik di Nusa Tenggara, dan 94 titik di Papua.
“Hingga akhir tahun 2024 program ini diharapkan dapat mencapai 573 lokasi,” kata Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, dalam keterangan tertulis untuk wartawan (3/10/2023).
Selain menyalurkan BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP), Fadjar menambahkan, lembaga penyalur juga dapat menjual produk BBM berkualitas lainnya. Itu seperti Pertamax, Dex Series, serta Elpiji Non Subsidi seperti Bright Gas dan LPG 12 Kg.
Saat ini, imbuhnya, Pertamina melalui Subholding Commercial and Trading mengembangkan program BBM Satu Harga dengan dua cara. Yakni percepatan pembangunan BBM 1 Harga melalui bantuan perangkat percepatan. Dan meningkatkan keandalan sarana dan fasilitas SPBU, dalam bentuk SPBU Mini dan Pertamina Shop (Pertashop).
“Sebagai BUMN, Pertamina menjalankan amanah undang-undang menyediakan energi di seluruh pelosok negeri berdasarkan prinsip availability (ketersediaan), accesibility (terbukanya akses) affordibility (kemampuan), acceptability (penerimaan pasar) dan sustainability (kesinambungan),” pungkas Fadjar.
