Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, mungkin akan melanjutkan pelemahan.
Penelitian Harian Samuel, Rabu, 4 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG mungkin akan melemah lebih lanjut hari ini.
Saham AS ditutup melemah pada Selasa (10/3). Dow Jones -1,29%, diikuti S&P 500 1,37% dan Nasdaq 1,87%. Saham-saham anjlok karena imbal hasil Treasury mencapai level tertinggi sejak tahun 2007, meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan membekukan pasar perumahan dan mendorong perekonomian ke dalam resesi.
Pasar komoditas sebagian besar ditutup melemah. Minyak WTI +0,91% ke USD 89,4/bbl, sebaliknya batu bara -3,13% ke USD 149,6/ton, juga nikel 0,81% ke USD 18,692, CPO 1,06% ke MYR 3.707, dan emas 0,29% ke USD 1,839/toz.
Pasar Asia ditutup melemah pada Selasa (10/3). Nikkei -1,64%, dan Hang Seng 2,69%, namun Shanghai +0,11%.
IHSG menutup sesi kemarin di level 6.940,8 (-0,30%), dengan investor asing mencatatkan net buy keseluruhan sebesar Rp 170,4 miliar; Rp148,6 miliar di pasar reguler, dan Rp21,8 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan BBNI (Rp 162,5 miliar), disusul BBCA (Rp 158,9 miliar), dan FILM (Rp 121,2 miliar). Foreign outflow terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh UNTR (Rp 88,8 miliar), disusul GOTO (Rp 66 miliar), dan ASII (Rp 55,2 miliar). Top lead mover adalah BBCA, AMMN, dan BBRI, sedangkan top lagging mover adalah SMMA, BYAN, dan ADRO.
NIKKEI pagi ini melemah 1,54%, sedangkan KOSPI -1,19%. “Kami perkirakan IHSG akan melemah hari ini, mengingat sentimen negatif dari pasar global dan regional,” demikian isi laporan.
