TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

DAHANA Hijaukan Bumi dan Bangun Ekonomi Lokal agar UMKM Naik Kelas

Albarsyah
5 October 2023 | 13:44
rubrik: BUMN
DAHANA Hijaukan Bumi dan Bangun Ekonomi Lokal agar UMKM Naik Kelas

Jakarta, TopBusiness – Keberadaan PT DAHANA (Persero) bagi Kabupaten Subang dalam rangka memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal sangatlah terasakan sekali.

Tentunya keberadaan perusahaan pelat merah tersebut, yang memproduksi bahan peledak dan menempati kawasan Energetic Material Center (EMC) sangatlah besar kontribusinya dalam memacu pergerakan pembangunan. Itu tercermin dari keterikatan dalam bentuk pajak daerah, serapan tenaga kerja lokal melalui pemberdayaan SDM, serta pula dampak berganda lainnya yang secara tidak langsung bagi Pemerintahan Kabupaten Subang ini.

Ditegaskan Sekretaris Perusahaan, SM Legal & Corporat Communication, Juli Jajuli, pada tahun 2022 PT DAHANA (Persero) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 260,7 miliar. “Ini merupakan capaian terbesar perusahaan pelat merah di bawah Defend ID, setelah beroperasi selama 57 tahun dalam memberikan kontribusi sebagai produsen bahan peledak yang dapat digunakakan oleh industri pertambangan umum dan mineral, minyak dan gas, Quaryy dan konstruksi, serta juga pertahanan kemiliteran”, tegas Jajuli dalam Media Gathering di Saung Kopi Dahana, kemarin.

Lanjut Jajuli, produk telah menembus pasar ekspor seperti negara Australia, dimana produk DAHANA ini sudah diterima dan mendapat respon positif bagi negeri kanguru itu. Australia juga memiliki industri bahan peledak terbesar di dunia, akan tetapi dengan kualitas stándar mutu tak kalah, maka produk DAHANA ini justru mendapatkan tempat. Ini sebuah prestasi besar bagi DAHANA masuk pasar Australia.

Dari tahun 2019 hingga 2022, DAHANA telah mengisi pasar bahan peledak ke Australia mulai 86.000 ton hingga mencapai 250 ton, dan juga rencananya untuk tahun 2023, akan ada permintaan ekspor dari Australia yang lebih meningkat lagi.

“DAHANA tidak hanya semata sebagai prudusen bahan peledak semata, akan tetapi juga melayani sebagai pelaksana peledakan di seluruh indutri penguna bahan peledak tersebut”, tegas Jajuli.

BACA JUGA:   DAHANA Tawarkan Quarry Management pada Pameran Konstruksi Indonesia

Ekonomi Sirkular

Kontribusi DAHANA dalam menggerakan perekonomian daerah sudah tidak diragukan lagi. Sudah banyak program tangung-jawab sosial dan lingkungan (TJLS-CSR) mendongrak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Subang, dan akhirnya bisa menmbus pasar global. Seperti, ekspor arang ke Saudi Arabia, serta beberapa negara lainnya.

Juga telah melakukan pembinaan petani Nanas Madu Subang yang dilakukan melalui pembinaan dari hulu hingga hilir agar bisa mengisi pasar global dengan permintaannya.

Serta terus melakukan pembinaan bagi industri rumahan produk makanan dan cemilan tradisional yang dikemas dengan cantik sebagai oleh-oleh dari Kabupaten Subang.

Selain, DAHANA terus melakukan inovasi tiada henti. Ada tiga program yang sedang dilakukan sebagai pilot projek dalam meningkatkan perekonomian Kabupaten Subang dan juga membangun dan meningkatkan minat enterpreneur atau kewirausahaan masyarakat untuk menerjuni bisnis yang sangat menjanjikan untuk masa depan.

Program unggulan dan rintisan tersebut, seperti:

1. Nursery Edu Park. Program ini disiapkan agar generasi muda dari tingkat PAUD hingga SMK dan perguruan tinggi bisa langsung melakukan kegiatan botani terintegrasi mulai dari penanaman, perawatan hingga pasca-panen dari tanaman perkebunan, semisal kopi dan budiya sayuran serta tanaman berumur pendek dalam hal ini, cabai serta tanaman lainnya.

2. URBAN AGRO. Ini merupakan pilot project di komplek kawasan industri DAHANA dengan luasan 600 hektar. Di beberapa kawasan milik DAHANA ini akan dijadikan hutan mini yang akan disulap menjadi hutan produksi dengan penanaman berbagai tanaman keras. Contohnya, Kopi Arabika Timor-Timor dan beberapa jenis Kopi Robusta dari Jawa Barat dan juga beberapa varietas lainya. Di lokasi ini akan dilakukan pembinaan UMKM kopi dari hulu hingga hilir. Sejalan dengan dibangunnya Saung Kopi DAHANA, ini akan menciptakan cita rasa kopi dengan rasa tersendiri dari hasil kebun yang ditanam di sekitar. DAHANA telah melakukan penanaman selama 3 tahun dan dari hasil tanaman pertama ini sudah mulai menghasilkan panen yanag sangta membangakan pula.

BACA JUGA:   DAHANA Dukung Sarana Edukasi Agronomi Siswa

3. Pendampingan kepada UMKM. Dengan pilot Project, TJSL DAHANA terus melakukan pembinaan kepada masyarakat agar mereka tertarik untuk berbudiya kopi hingga pembinaan perawatan kebun dan juga pasca-panen serta juga prosesing produk agar menjadi produk unggulan yang bisa menjadi produk kopi kebanggaan Kabupaten Subang.

Ditegaskan Ketua Program Kemitraan dan Lingkungan (PKBL) DAHANA, Eman Suherman, pihaknya sedang merintis tiga program unggulan ini agar bisa memberikan kontribusi besar bagi peningkatan penghasilan masyarakat dalam bentuk Nursery Edu Park, lalu URBAN AGRO, dan pendampingan UMKM.

“Dalam penanaman ini kami melakukan kerja sama pula dengan Kementerian Kehutanan Kabupaten Subang, agar pemanfaatan hutan sosial bisa dilakukan kolaborasi nan apik. Penanaman kopi di kawasan hutan tanpa harus melakukan penebangan pohon di hutan, akan tetapi pohon di hutan tersebut bisa menjadi pohon pelindung bagi tanaman kopi,” ungkap dia.

Serta pula, agar minat masyarakat untuk berkebun kopi semakin kuat, maka dibangun tanaman lain yang bisa memberi penghasilan segera pula. Seperti bertanam cabai serta tanaman lainnya. Dan bisa pula dikembangkan beternak lebah di kawasan hutan sosial tersebut.

Selain, tidak tertutup kemungkinan masyarakat untuk memproduksi pupuk organik padat dan cair untuk digunakan sendiri bahkan juga bisa dijual secara luas. “Bahkan masyarakat akan ditingkatkan kemampuannya dalam mengelola sampah organik tersebut, sehingga bisa menghasilkan biomassa berbahan baku sampah yang bisa ditawarkan kepada PLN sebagai pengganti bahan baku pengganti batu bara menjadi bahan bakar biomassa sampah”, tegas Eman Suherman.

“Dan juga tidak tertutup kemungkinan, kita juga akan menghasilkan trading karbon ini bisa dijadikan profit yang sangat besar pula. Tentunya dengan program penghijauan ini akan menjadikan Kabupaten Subang sebagai penghasil trading carbon yang sangat menjanjikan, dan pendanaan program TJSL-CSR akan terus berkembang tanpa mempengaruhi kas DAHANA tentunya,” tegas Eman Suherman.

BACA JUGA:   Dua BUMN Farmasi Ini Garap Vaksin Covid Bersama UEA

Sementara Staf PKBL DAHANA, Kalim mengatakan, dengan pilot project ini akan menjadikan perekonomian masyarakat dapat meningkat, akan tetapi kita juga butuh dukungan dari seluruh stake holders baik pemerintah desa, daerah serta dukungan indutri perbankan agar bisa memberikan dukungan.

“Kita juga sedang mengkaji dan terus melakukan penanaman kopi dengan citra rasa khas dari Subang ini, moga-moga hasil kopi yang akan kita ciptakan ini berhasil menembus pasar dan di sukai penikmat kopi nusantara”, tegas Kalim di Saung Kopi DAHANA.

Tags: pt dahana
Previous Post

ID FOOD dan D3 Labs Kolaborasi Manfaatkan Teknologi Blockchain

Next Post

BI: KPR Kini dalam Tren Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR