Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi rebound.
Penelitian Harian Samuel, Jumat, 6 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Rebound.
Bursa AS ditutup melemah pada Kamis (5/10). Dow Jones -0,03%, diikuti S&P 500 0,13% dan Nasdaq 0,12%. Pasar AS bergerak melemah menjelang rilis data laporan pekerjaan yang akan menentukan arah suku bunga pada Jumat.
Pasar komoditas terpantau bergerak melemah. Minyak -2,21% ke level USD 82,6/bbl, batubara turun 3,90% di level USD 139/ton, menyusul nikel 1,18% ke level USD 18.416 dan CPO 2,93% di level MYR 3.608. Emas terpantau melemah 0,08% ke level USD 1.835/toz.
Bursa Asia pada Kamis (5/10) ditutup menguat. Nikkei naik 1,80%, dan Hang Seng 0,10%, sedangkan Shanghai tutup.
IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 6.874,8 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 672,5 miliar.Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 670,5 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 364,9 miliar), BBCA (Rp 159,4 miliar), dan TLKM (Rp 71,7 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan AMMN (Rp 135,8 miliar), BBNI (Rp 113,8 miliar), dan MEDC (Rp 44,2 miliar). Top leading movers emiten AMMN, GOTO, TPIA, sementara top lagging movers emiten BBRI, BBCA, TLKM.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,13% dan KOSPI dibuka menguat 0,22%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak menguat, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian isi laporan.
