Jakarta, TopBusiness – PT Kokoh Exa Nusantara Tbk secara resmi telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ke-67 di tahun ini dengan kode saham KOCI. Dalam aksi korporasi ini, KOCI menggelar Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebanyak 4.500.000 lot saham biasa atas nama dengan harga Penawaran sebesar Rp120,- per sahamnya.
Investor KOCI pada saat penjatahan akan menerima Waran Seri I secara cuma-cuma dengan rasio 1:1 dan dapat ditebus/exercise menjadi saham KOCI setelah 12 bulan dicatatkan di Bursa dengan harga tebus Rp135,- per saham. KOCI juga melaksanakan program ESA untuk para karyawannya sebanyak 0,51% dari seluruh saham yang ditawarkan.
Selain itu, KOCI juga telah ditetapkan sebagai Efek Syariah berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK No. Kep57/PM.02/2023 tertanggal 26 September 2023. IPO ini berhasil mengalami oversubscribe sebanyak 30,11x dengan total investor yang mengikuti IPO ini sebanyak 19.094 SID.
Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan juga sebagai Penjamin Emisi efek dalam Penawaran Umum KOCI adalah PT Panca Global Sekuritas. “KOCI memiliki konsep bisnis yang jelas, tidak hanya bermotif ekonomi namun juga tetap melihat aspek sosial kemasyarakatan. Dan nantinya, dana hasil IPO ini yang diperoleh sebesar Rp 54 miliar, kan digunakan sekitar 64,51% untuk CAPEX dalam rangka pelunasan pembelian tanah seluas 25,53 hektar dan 35,49% digunakan untuk modal kerja Perusahaan,” ungkap Kan Eddy, Direktur Utama KOCI, di Jakarta, Jumat (6/10/2023).
KOCI adalah perusahaan Konstruksi dan Real Estate pertama berdomisili di Bangkalan, Jawa Timur yang diberi ijin untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. KOCI sedang mengembangkan kawasan hunian dengan konsep “Kota Mandiri” dengan nama Kokoh City di kawasan Gerbang Kertasusila sebagai penyangga kota terbesar ke-2 di indonesia yang berjarak 15 Km dari pusat kota Surabaya yang telah dihubungkan dengan jembatan Suramadu.
Kokoh city selain menyediakan type non subsidi juga focus melayani Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan produk “Rumah Subsidi” dalam upaya berkontribusi pada program Pemerintah dalam pemenuhan akan kebutuhan rumah tinggal yang layak.
KOCI telah mendapatkan izin KKPR (izin lokasi) seluas 300 Hektar. Melalui kerja sama dengan Bank BTN, BTN syariah dan beberapa Bank lain sebagai penyedia kredit pemilikan rumah/KPR, Penghasilan KOCI selain dari aktivitas penjualan rumah tapak juga jasa konstruksi. Ke depannya KOCI akan memiliki sebuah area Komersil dan menghasilkan pendapatan berulang.
KOCI memperoleh dukungan teknologi terkini untuk pembuatan konstruksi rumah yang sudah mendapatkan paten dari salah satu pemegang saham Perseroan yaitu PT Kokoh Anugerah Nusantara yang telah berpengalaman dalam industri real estat dan properti serta konstruksi sejak tahun 2015.
Dengan program SURPLUS LAHAN yaitu pembelian lahan baru lebih banyak dari lahan yang dijual dan di kembangkan maka bisa menjamin kesinambungan bisnis KOCI untuk jangka panjang.
Menurut Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tahun 2022, KOCI berada pada posisi 5 (lima) besar perannya dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk penjualan rumah tapak bagi MBR di Provinsi Jawa Timur dan juga merupakan penyumbang terbesar pada Kabupaten Bangkalan, Madura.
“KOCI telah melalui saat sulit pandemi covid lalu dan terbukti masih berkembang dan menghasilkan profit dengan dukungan teknologi produksi rumah terkini, potensi lahan yang luas yang bisa menjamin kelangsungan usaha KOCI serta potensi pasar yang sangat besar maka KOCI adalah alternatif yang memuaskan bagi investor pasar modal,” ungkap dia.
