Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi melemah.
Penelitian Harian Samuel, Jumat, 13 Oktober 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Bursa AS ditutup melemah pada Kamis (12/10). Dow Jones -0,51%, diikuti S&P 500 0,62% dan Nasdaq 0,63%. Pasar AS bergerak melemah setelah rilis data inflasi yang di atas ekspektasi sebesar +3,7% YoY (cons: +3,6% YoY). Hal ini membuat kekhawatiran pasar akan tingkat suku bunga yang kemungkinan akan lebih tinggi lagi.
Pasar komoditas terpantau bergerak mixed. Minyak melemah 0,43% ke level USD 82,9/bbl, batubara naik 1,53% di level USD 142,7/ton, nikel menguat 1,47% ke level USD 18.436 dan CPO +2,39% di level MYR 3.637. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,25% ke level USD 1.883/toz.
Bursa Asia pada Kamis (12/10) ditutup menguat. Nikkei naik 1,75%, Hang Seng 1,93%, sedangkan Shanghai +0,94%.
IHSG ditutup menguat 0,05% ke level 6.935,2 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 415,3 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 552,1 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 136,8 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 194,4 miliar), BBNI (Rp 142 miliar), dan FILM (Rp 119,2 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI (Rp 89,5 miliar), ADRO (Rp 40,3 miliar), dan MDKA (Rp 31,3 miliar). Top leading movers emiten BREN, BBCA, TLKM, sementara top lagging movers emiten GOTO, BRPT, CPIN.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,34% dan KOSPI 0,76%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
