Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG ditutup naik 0,04% Jumat lalu, tapi disertai dengan net sell asing Rp250 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, ASII, TLKM, BTPS dan BBNI.
Menurut Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan. “Hari ini IHSG berpotensi tes support di 6820.”
“Jika break di bawah itu hati-hati karena potensi koreksi ke 6720. Hal ini karena masih ada resiko outflow efek kenaikan yield US yang berimbas ke pelemahan Rupiah dan kenaikan BI rate. Level support IHSG berada di 6800-6820 dan level resist IHSG berada di 6880-6930,” ujar dia, Senin (23/10/2023).
Wall Street mengalami koreksi yang signifikan. Pada Jumat lalu indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah sebesar 0,86%, begitu juga dengan S&P 500 yang terkoreksi sebesar 1,26%, sementara indeks Nasdaq turut melemah sebesar 1,53%.
Yield US Treasury 10 tahun melampaui 5% untuk pertama kalinya dalam 16 tahun pada hari Kamis. Bank-bank regional mengalami penurunan karena kenaikan suku bunga meningkatkan kekhawatiran tentang eksposur sektor ini terhadap penurunan nilai US Treasury.
Regions Financial memimpin penurunan setelah laporan kinerja yang lemah, turun lebih dari 12%.
Bursa Asia Pasifik mengalami koreksi. Pada Jumat lalu hampir semua bursa di kawasan regional Asia Pasifik mengalami pelemahan.
Penurunan yang signifikan antara lain dibukukan oleh bursa Australia, diikuti oleh bursa China. Hal ini terjadi setelah Jerome Powell menyatakan bahwa inflasi AS masih terlalu tnggi dan menginginkan penurunan pertumbuhan ekonomi.
Jepang melaporkan inflasi September 2023 sebesar 3,0% YoY, turun dibandingkan bulan sebelumnya. PMA Indonesia pada 3Q23 naik 16,2% YoY. Sementara Hong Kong menyampaikan inflasi September 2023 sebesar 2,0% YoY, di atas ekspektasi.
Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk Senin (23/10):
1. BRMS: Buy if Break 200
Target resistance di 206-210. Support di 195, cutloss jika break di bawah 193.
2. ISAT: Spec Buy
Support di 9900, cutloss jika break di bawah 9775. Jika tidak break di bawah 9900, potensi naik ke 10200-10350 short term.
3. BFIN: Spec Buy
Support di 1080, cutloss jika break di bawah 1050. Jika tidak break di bawah 1080, potensi naik ke 1130-1160 short term.
4. BRIS: Spec Buy
Support di 1510, cutloss jika break di bawah 1500. Jika tidak break di bawah 1500, potensi naik ke 1540-1570 short term.
5. PANI: Spec Buy
Support di 3900, cutloss jika break di bawah 3770. Jika tidak break di bawah 3900, potensi naik ke 4090-4220 short term.
6. SMSM: Spec Buy Support di 2100, cutloss jika break di bawah 2040. Jika tidak break di bawah 2100, potensi naik ke 2180-2200 short term.
