Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini akan bergerak melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa (24/10/2023) memperlihatkan judul IHSG mungkin terus melemah.
Saham-saham AS sebagian besar ditutup melemah pada Senin (23/10). Dow Jones -0,58%, diikuti S&P 500 0,17%, dan sebaliknya Nasdaq +0,27%. Nasdaq akhirnya menghentikan penurunan beruntunnya karena imbal hasil Treasury AS meninggalkan angka 5% dan investor menantikan rilis pendapatan perusahaan dari raksasa teknologi (termasuk Alphabet, Amazon, dan Meta).
Pasar komoditas bergerak melemah pada Senin (23/10). Minyak WTI -2,33% ke USD 86,03/bbl, minyak Brent -0,2% ke USD 92/bbl, batu bara +0,25% ke USD 138,35/ton, nikel -2,12% ke USD 18,254, CPO -0,50% ke MYR 3,752, dan emas -0,50% menjadi USD 1.984,5/toz.
Pasar Asia ditutup melemah pada Senin (23/10). Kospi -0,8%, diikuti Nikkei 0,8%, Hang Seng 0,87%, dan Shanghai 1,5%.
IHSG mengakhiri sesi Senin pada level 6.742 (-1,6%), dengan investor asing mencatatkan net sell secara keseluruhan sebesar Rp 592,6 miliar; Rp -590,8 miliar di pasar reguler, dan Rp -1,8 miliar di pasar negosiasi. Foreign outflow terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 114,9 miliar), disusul BBRI (Rp 112,7 miliar), dan BMRI (Rp 89,6 miliar). Net buy asing terbesar di pasar reguler dicatatkan oleh GOTO (Rp 66,5 miliar), disusul BRPT (Rp 43,3 miliar), dan BBNI (Rp 31,2 miliar). Top lead mover adalah GOTO, PANI, TPIA, sedangkan top lagging mover adalah BYAN, BREN, TLKM.
Nikkei (-0,80%) dan Kospi (-0,76%), pagi ini. “Kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah pada hari ini, mengingat sentimen negatif dari pasar global dan regional,” demikian isi laporan.
