Jakarta, TopBusiness – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengangkat Menteri Pertanian baru, Amran Sulaiman yang resmi menggantikan Syarul Yasin Limpo yang mengundurkan diri karena sudah menjadi tersangka korupsi yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Amran sendiri bukanlah orang baru di Kementerian Pertanian ini. Sebelumnya, di periode pertama Jokowi atau tahun 2014-2019, Amran merupakan Mentan-nya saat itu. Makanya, usai dilantik, dirinya mengatakan, akan langsung rapat bersama eselon I, II, dan III Kementan.
“Langsung rapat bersama eselon I, II dan III jadi kami langsung kerja,” kata Amran kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/10/2024) kemarin.
Kembali diangkatnya Amran pun disambut positif banyak pihak. Salah satunya Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). “Selamat kepada Mentan yang baru Bapak Amran Sulaiman yang telah mendapatkan amanah dari Presiden untuk memegang kendali Kementrian Pertanian,” ujar Abdullah Mansuri, Ketua Umum DPP IKAPPI, dalam keterangannya, Kamis (26/10/2023).
Kata dia, IKAPPI berharap agar satu tahun masa jabatan Kementan diisi oleh pengabdian memperbanyak dan memperluas produksi dalam negeri karena tantangannya lebih besar ke depan, krisis global, isu perang yang tidak tahu sampai kapan akhirnya, sehingga Indonesia harus berpikir tidak akan melakukan impor karena negara-negara lain juga akan menahan stock-nya.
“Maka solusi satu-satunya adalah memperbanyak produksi, memperkuat produksi, memperhebat produksi hanya itu yang bisa dilakukan saat ini,” katanya.
Beberapa komoditas yang menjadi sorotan adalah beras. Di bulan ini ada cabai dan bawang, jagung, sayur-sayuran dan beberapa komoditas lain harus memperkuat produksinya di dalam negeri.
“Kementrian Pertanian diharapkan dapat memetakan wilayah produksi dimana saja, berapa luasnya, bagaimana pupuknya, bagaimana mengsinkronkan data yang baik, sehingga kebijakan yang diambil oleh Presiden atau tim ekonomi Presiden agar tidak mengalami kekurangan pangan, kami juga berharap agar subsidi pupuk bisa diawasi dan petani dapat pendampingan. Sehingga dalam proses tanam tidak ada kendala termasuk permodalan,” pungkas dia.
